TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Utang Luar Negeri RI pada Februari 2019 Membengkak

Nurdian Akhmad
15 April 2019 | 17:19
rubrik: Ekonomi
Utang Indonesia, Untungkan Siapa?

Ilustrasi utang/istimewa

Jakarta, TopBusiness – Bank Indonesia mencatat, Utang Luar Negeri atau ULN Indonesia pada Februari 2019, sebesar US$388,7 miliar. Terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar US$193,8 miliar, serta utang swasta, termasuk BUMN sebesar US$194,9 miliar.

Berdasarkan laporannya, BI mengungkapkan, posisi ULN tersebut naik US$4,8 miliar dibandingkan dengan posisi pada akhir periode sebelumnya, karena neto transaksi penarikan ULN.

Secara tahunan, ULN Indonesia tumbuh 8,8 persen secara tahunan atau year on year (yoy )pada Februari 2019, meningkat dibandingkan dengan 7,2 persen (yoy) pada bulan sebelumnya. Peningkatan pertumbuhan ULN tersebut, terutama bersumber dari pertumbuhan ULN pemerintah.

Posisi ULN pemerintah pada Februari 2019, sebesar US$190,8 miliar atau tumbuh 7,3 persen (yoy), meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 3,9 persen (yoy).

“Pertumbuhan ULN pemerintah tersebut, terutama dipengaruhi oleh arus masuk dana investor asing di pasar SBN domestik selama Februari 2019. Yang menunjukkan peningkatan kepercayaan investor asing terhadap perekonomian Indonesia,” tulis laporan BI, Senin (15/4/2019).

Selain itu, pada Februari 2019, pemerintah juga menerbitkan Global Sukuk, untuk mendukung pembiayaan fiskal dalam kerangka Green Bond dan Green Sukuk. Masuknya aliran dana ULN kepada pemerintah, memberikan kesempatan lebih besar bagi pembiayaan belanja negara dan investasi pemerintah.

Adapun posisi ULN swasta pada Februari 2019, sebesar US$1,3 miliar atau tumbuh sebesar 10,8 persen (yoy). ULN swasta sebagian besar dimiliki oleh sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor industri pengolahan, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas (LGA), serta sektor pertambangan dan penggalian, dengan pangsa mencapai 74,2 persen.

BACA JUGA:   RI Peluang Gaet 46 Juta Lowongan Kerja dari Otomatisasi
Tags: utangutang luar negeri
Previous Post

Pacu Dana Murah, BRI Agro Jalin Sinergi dengan Dapenbun

Next Post

Adhi Karya dan Adaro Biayai Proyek SPAM PDAM Dumai

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR