Jakarta, TopBusiness—Kepala Badan Pusat Statistik RI (BPS), Suhariyanto, mengatakan di Jakarta (15/4/2019) bahwa ekspor nonmigas menyumbang 92,21% dari total ekspor Indonesia Maret 2019.
“Adapun total nilai ekspor di Maret senilai USD 14,03 miliar. Dan dipicu olehnya naiknya ekspornya nonmigas,” kata dia dalam paparan rilis data neraca perdagangan Indonesia, kepada media massa.
Suhariyanto menjelaskan, secara perbandingan bulanan atau month to month, ekspor di Maret tahunnya 2019 itu naiknya sebesar 11,71%.
“Sedangkan secara tahunan atau year on year, ekspor Maret 2019 turun 10,01%,” kata dia.
Di ekspor Maret 2019 itu, sumbangan terbesar dari industri pengolahan. Secara perbandingan bulanan, industri ini mencatatkan kenaikan 9,48%. Sementara, secara tahunan, yang terjadi adalah penurunan sebesar 7,84%.
Neraca Surplus
Untuk nilai impor Maret 2019, masih kata Suhariyanto, nilainya di USD 13,49 miliar. Ini naik 10,31% secara bulanan. Andil golongan bahan baku dan penolong, sebesar 75,18% dari total impor di bulan tersebut.
“Jadi untuk Maret 2019, neracanya perdagangannya Indonesia mencatatkan surplusnya yang besarnya USD 0,54 miliar,” Suhariyanto menjelaskan.
Untuk kumulatif Januari-Maret 2019, neraca perdagangan Indonesia tercatat defisit. “Defisit ini tidak besar yakni USD 0,19 miliar,” dia berkata.
Selanjutnya, Suhariyanto ada menjelaskan bahwa capaian defisit periode tersebut tentu berpengaruh ke data pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2019.
(Adhito)
