TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Terapkan GRC, PT Pelabuhan Tanjung Priok Andalkan 4 Divisi Ini

Nurdian Akhmad
18 April 2019 | 13:15
rubrik: GCG, Management
Terapkan GRC, PT Pelabuhan Tanjung Priok Andalkan 4 Divisi Ini

Jakarta, TopBusiness – Manajemen PT Pelabuhan Tanjung Priok berkomitmen untuk terus mendorong implementasi good risk compliance (GRC) di tubuh perusahaan. Ada empat divisi yang ditugasi menangani pelaksanaan GRC, yakni pertama Divisi Sekretaris Perusahaan, Divisi Manajemen Risiko, Divisi Pengawasan Satuan Internal (SPI), dan terakhir Divisi Hukum.

Direktur Oprasional PT PTP Andi Isnovandiono menjelaskan, Sekretaris Perusahaan (corporate secretary) memiliki peran harus selalu memutakhirkan informasi tentang peraturan ataupun regulasi yang harus dipatuhi oleh perusahaan berikut pengadministrasiannya.

“Corporate Secretary juga bertanggung jawab menyampaikan informasi tindakan perusahaan (corporate action) kepada regulator yang berkepentingan,” ujar Andi kepada dewan juri Top GRC 2019 yang digelar majalah TopBusiness di Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Divisi kedua adalah Manajemen Risiko yang memiliki peran menjamin efektivitas penerapan manajemen risiko organisasi.  “Divisi Manajemen Risiko bertugas untuk mengarahkan praktik enterprise risk management pada organisasi, terutama untuk menghadapi risiko-risiko utama yang dapat mengganggu pencapaian sasaran organisasi,” papar dia.

Ketiga adalah Divisi Satuan Pengawasan Internal (SPI) yang memiliki fungsi internal audit dan bertugas untuk memonitor, memantau, serta menilai efektivitas pengendalian internal dan manajemen risiko.

Keempat adalah Divisi Hukum yang bertugas mengoordinasikan dan memastikan segala kebijakan, pedoman, sistem, serta prosedur telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan ketentuan internal perusahaan (uji compliance).

Untuk menerapkan budaya tata kelola perusahaan yang baik, menurut Andi, pihaknya telah menetapkan strategi dan roadmap melalui serangkaian program untuk membangun perusahaan yang ber-governance culture.

Guna mengetahui tingkat pelaksanaan GRC di internal perusahaan, PT Pelabuhan Tanjung Priok dengan melibatkan pihak independen, yakni MUC Business Advisory rutin melakukan survei untuk pelaksanaan GCG, kepuasan pelanggan dan risk maturity. Dari survei tersebut, score GCG dalam tiga tahun terakhir terus meningkat.

BACA JUGA:   TOP GRC Awards 2024 Siap Digelar, Ini Jadwalnya

Tahun 2016. Score GCG mencapai 81,26, kemudian naik pada 2017 menjadi 94,07, dan 2018 sebesar 97,93. Untuk tingkat kepuasan pelanggan, juga menunjukkan tren kenaikan dari 4,07 pada 2016 menjadi 4,22 pada 2017 dan meningkat jadi 4,61 pada 2018. Sedangkan tingkat risk maturity dalam dua tahun terakhir melonjak dari 2,68 pada 2017 menjadi 3,32 pada 2018.

Komitmen PT PTP menerapkan GRC ataupun GCG selama ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi operator smart terminal kelas dunia berbasis platform yang merupakan pilihan pertama pelanggan.

“Sedangkan misi kami adalah sebagai operator multipurpose, curah cair, dan curah kering dengan menciptakan ekosistem guna memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) secara berkesinambungan,” ujar Andi.

Sejak pertengahan 2018 lalu, PT PTP anak usaha PT Pelindo II ini melakukan transformasi bisnis  dengan fokus menggarap angkutan nonpetikemas, dari sebelumnya juga mengangkut petikemas. Transformasi bisnis ini merupakan kebijakan holding perusahaan atau PT Pelindo II.

Sebab itu, kinerja bisnis perusahaan berdasarkan laporan keuangan PT PTP ada penurunan. Pendapatan usaha pada 2018 turun menjadi Rp 2,3 triliun dari Rp 2,99 triliun pada 2017. Demilikian pula laba bersih terpangkas dari  Rp 400,9 miliar pada 2017 menjadi Rp 370,9 miliar pada 2018.

Penulis: Nurdian

Tags: Top GRC 2019
Previous Post

Kemenperin Ajak Sektor Manufaktur Hadapi Era Digital

Next Post

Presiden Minta Tindaklanjuti Rencana Investasi Arab Saudi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR