Jakarta TopBusiness – Pemerintah melalui kementerian perindustrian mengajak seluruh sektor manufaktur agar siap menghadapi dan menerapkan teknologi dalam implementasi industri 4.0. Pasalnya, dapat membawa manfaat bagi perusahaan yang menerapkannya, terkhusus, terjadinya peningkatan pada produktivitas dan efisiensi hingga 40%.
“Era digital atau industri 4.0 ini manfaatnya akan memberikan efisiensi dan produktivitas kepada perusahaan yang baik hingga 40%. Berarti untungnya juga bisa naik 40%. Maka bayar pajaknya pun bertambah. Dengan demikian perusahaan untung, kemudian pemerintah juga untung. Itu salah satu manfaat implementasi industri 4.0,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada penutupan Indonesia Industrial Summit (IIS) 2019, di ICE BSD City, Tangerang, belum lama ini.
Dalam kurun waktu 1 tahun penerapan peta jalan Making Indonesia 4.0, kemenperin meluncurkan INDI 4.0 sebagai indeks acuan bagi industri dan pemerintah dalam mengukur tingkat kesiapan industri bertransformasi menuju industri 4.0. “Indeks ini merupakan yang kedua diluncurkan di dunia, setelah Singapura meluncurkan tahun lalu,” kata Airlangga.
Rata-rata hasil penilaian dari 326 industri yang berpartisipasi adalah cukup siap. Sebanyak 5 industri penerima penghargaan tersebut dinilai sudah menerapkan industri 4.0. Kelima perusahaan tersebut adalah PT Indolakto untuk sektor industri makanan dan minuman, PT Pupuk Kaltim (kimia), PT Pan Brothers Tbk (tekstil), PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (otomotif), dan PT Hartono Istana Teknologi (elektronika).
Selanjutnya, kemenperin menunjuk PT Schneider Electric Manufacturing Batam sebagai lighthouse industri 4.0 di Indonesia. Perusahaan ini dinilai berhasil melakukan transformasi digital sehingga mampu mengadopsi digital attitude dan menerapkan model operasional baru dan efisien di perusahaan.
Penulis : Agus H
