TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Era Industri 4.0, Pan Brothers Implementasi GRC

Nurdian Akhmad
18 April 2019 | 13:56
rubrik: GCG, Management
Era Industri 4.0, Pan Brothers Implementasi GRC

Jakarta, TopBusiness – Menghadapi era industri 4.0, PT Pan Brothers Tbk pun terus berbenah dengan menerapkan digitalisasi dalam operasional pabrik. Tak hanya itu, Perusahaan garmen ini juga mengimplementasikan ketentuan good risk compliance (GRC) lewat beberapa agen di perusahaan.

“Sekarang yang jadi agent untuk pelaksanaan GRC ini adalah bagian HR (human resourcess), internal audit dan bagian complient. Dia bisa muter ke semua plant kami,” ujar Iswar Deni, Sekretaris Perusahaan PT Pan Brothers Tbk dalam acara Penjurian Top GRC 2019 di Gedung WTC, Jakarta, baru-baru ini.

Bentuk konkret pelaksanaan GRC ini  misalnya terkait peningkatan kualitas karyawan. Pihaknya sekali atau dua kali dalam setahun menghelat pelatihan atau training yang diikuti karyawan dari lintas pabrik milik perusahaan. Kegiatan ini selain untuk meningkatkan skill karyawan  juga untuk lebih mempererat hubungan antar sesama karyawan yang berbeda pabrik.

PT Pan Brothers saat ini memiliki beberapa pabrik garmen yang tersebar Banten (Tangerang), Jawa Barat (Bandung dan Tasikmalaya) dan Jawa Tengah (Boyolali, Sragen dan Ungaran) dengan total produksi 117 juta pcs per tahun. Sedangkan jumlah pekerja pabrik garmen perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini mencapai 37 ribu orang.

Menurut Deni, mengelola sebanyak 37 ribu pekerja pabrik bukan perkara yang gampang. Tapi dengan pendekatan yang selama dijalankan perusahaan, mereka selama ini nyaris tidak ada masalah. “Aksi demonstrasi pekerja kita terakhir kali tahun 1998, setelah itu tidak ada lagi demo-demo pekerja,” tutur dia.

Deni juga menjelaskan, Pan Brothers sudah melakukan digitalisasi dalam operasional kantor. Pelaporan antara kantor di pabrik dan kantor pusat sudah dilakukan melalui digital reporting. “Kami sudah hampir papperles, penggunaan kertas di kantor sudah sangat minimal,” tutur dia.

BACA JUGA:   BPR Bank Daerah Gianyar Jadikan GRC Kunci Bisnis Tetap Berkelanjutan

Sebagai perusahaan yang berfokus pada pasar ekspor, produk garmen Pan Brothers sudah menembus pasar Eropa, Asia, Amerika, Australia dan Selandia Baru.

Pan Brothers juga bekerja sama dengan puluhan brand-brand internasional seperti Uniqlo, Adidas, Lacoste, Hunter, The North Face, Spyder, Kathmandu, Mavic, Salomon, Oakley, Stella, Arcteryx, J.crew, Atomic, Coin, Descente, Ikea, Ralp Lauren, Orvis, Indygena, Brooks, Betabrand, LL Bean, Berghaus, Oviesse, Columbia, Prada, dan Scotch& Soda, dan Strellson, Macys, dan Columbia.

Kinerja bisnis PT Pan Brothers Tbk juga mencatat pertumbuhan. Dalam lima tahun terakhir sejak 2014-2018, penjualan perusahaan ini secara berturut-turut naik dari US$ 338,5 juta, US$ 418,6 juta, US$ 482,2 juta, US$ 549 juta, dan terakhir tahun 2018 naik menjadi US$ 611,4 juta.

Pan Brothers Tbk juga membukukan kenaikan laba bersih selama periode 2014-2018. Secara berturut-turut sejak 2014, laba bersih perusahaan tercatat US$ 39,6 juta, US$ 53,6 juta, US$ 65,3 juta, US$ 76,6 juta dan tahun 2018 sebantyak US$ 81,3 juta.

Penulis: nurdian

Tags: PT Pan Brothers TbkTop GRC 2019
Previous Post

Presiden Minta Tindaklanjuti Rencana Investasi Arab Saudi

Next Post

Gross Split Menarik dalam Kontrak Kerja WK

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR