Jakarta, TopBusiness—Direktur Utama PT Garam (Persero), Budi Sasongko, menjelaskan di Jakarta (22/4/2019), bahwa pihaknya punya satu target penting.Yaitu melakukan IPO (initial public offering) atau melepas sebagian saham ke publik, di bursa saham.
“Karena itu, kami punya sebuah peta jalan yang penyusunannya dibantu sebuah perusahaan sekuritas. Tujuannya untuk IPO itu,” kata Budi saat diwawancarai oleh Dewan Juri Top GRC 2019, sebuah penghargaan yang digelar oleh Majalah TopBusiness.
Budi mengatakan, peta jalan itu untuk periode 2019-2023.
Kinerja keuangan BUMN (badan usaha milik negara) tersebut terus naik. Pada tahun 2018, laba bersih senilai Rp 142 miliar sementara laba usaha di Rp 152 miliar.
Dulu, sebelum pembenahan di berbagai lini berlangsung, laba bersih ataupun laba usaha tidak setinggi itu.
Penjualan untuk tahun pembukuan 2018 mencapai Rp 389,11 miliar. Adapun pencapaian produksi di 370.386 ton.
“Ekuitas kami ada di Rp 899,95 miliar,” Budi menambahkan.
Sementara, dividen yang dibayarkan ke pemegang saham untuk tahun pembukuan 2018 hampir mencapai Rp 100 miliar.
Kemudian, Budi ada menjelaskan bahwa pihaknya berupaya mendiversifikasikan bisnis. Kalau semula lebih banyak memproduksi garam, nanti akan masuk ke bisnis turunan.
“Singkatnya, kami akan banyak masuk ke hilirisasi. Sebenarnya, garam itu punya banyak produk turunan yang bisa dikembangkan,” kata dia.
Misalnya saja, ada produk tahu garam. Keunggulannya banyak, antara lain tahannya sampai empat hari. Dan sangat baiknya untuk metabolismenya tubuh.
“Untuk pembenahan, sejak tahun 2017, Garam sudah menghilangkan lini bisnis tidak inti. Misalnya, bisnis perikanan,” ungkap Budi.
Masih menurut Budi, pihaknya mulai tahun 2019 ini masuk ke bisnis hilir terkait garam. Ada dua sampai tiga buah pabrik untuk langkah tersebut.
(Adhito)
