TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PT IKT Tbk Perkuat Risk Management Berbasis ISO 31000:2018

Achmad Adhito
3 May 2019 | 21:03
rubrik: Management
PT IKT Tbk Perkuat Risk Management Berbasis ISO 31000:2018

Foto: AC

Jakarta, TopBusiness—Setelah berhasil melantai di pasar saham sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 9 Juli 2018, PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) Tbk ini juga melakukan pembenahan dalam sistem manajemen dengan menerapkan aspek good governance, risk management dan compliance.

Anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) ini juga telah membentuk Struktur Organisasi Kepatuhan dan Risk Management di bawah direktur tersendiri (Direktur Kepatuhan) yang bertanggungjawab pada pengelolaan Manajemen Risiko dengan mengacu pada Pedoman Manajemen Risiko berbasis ISO 31000:2018.

Saat ini saham PT IKT Tbk dimiliki 71,3% oleh IPC, 0,7% oleh PT Multi terminal Indonesia (Sister company) dan 28% oleh publik. PT IKT Tbk adalah satu diantara 17 anak perusahaan yang dimiliki oleh IPC (PT Pelindo II).

Dalam rangka optimalisasi implementasi tata kelola perusahaan yang baik di lingkungan Perusahaan, IPC Car Terminal telah membentuk Direktorat Kepatuhan sebagai penanggungjawab implementasi Good Corporate Governance (GCG) yang disahkan dalam surat keputusan Direksi nomor HK.56/6/6/IKT-18 Tanggal 19 September 2018.

Sebagai penanggungjawab GCG, Direktur Kepatuhan bertugas dalam penerapan dan pemantauan tata kelola yang baik, antara lain menyusun rencana kerja yang diperlukan untuk memastikan Perusahaan memenuhi pedoman penerapan GCG sesuai dengan best practice, memantau dan menjaga agar kegiatan usaha perusahaan tidak menyimpang dari ketentuan yang berlaku serta memantau dan menjaga kepatuhan perusahaan terhadap seluruh perjanjian dan komitmen yang dibuat oleh Perusahaan dengan pihak ketiga.

“Saat ini kami merupakan satu-satunya anak perusahaan PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) yang memiliki Direktorat khusus bidang Kepatuhan,” ujar Direktur Kepatuhan PT IKT Tbk., Salusra Wijaya saat wawancara penjurian Top GRC 2019 (Governance, Risk, & Compliance) yang berlangsung Jumat (5/3), di Gedung WTC I, Jakarta.

BACA JUGA:   OJK Gandeng Pemerintah Lokal Dan Perguruan Tinggi Australia

Ditambahkan, direktorat ini bertanggung jawab pada penerapan GCG perusahaan agar terlaksana dengan baik, dengan mengacu pada Keputusan Sekretaris Menteri BUMN Nomor: SK-16/S.MBU/2012.

Bertanggungjawab juga pada pengelolaan Manajemen Risiko dengan mengacu pada Pedoman Manajemen Risiko berbasis ISO 31000:2018. Selain itu, juga bertanggungjawab pada kontrol progres pencapaian Kinerja Perusahaan, baik yang tertuang dalam Kontrak Manajemen, Rencana Kerja Manajemen (RKM) dan Key Performance Indicator (KPI).

“Tahun lalu kita berhasil melakukan berbagai pembenahan terkait risk management perusahaan untuk pengendalian kinerja sesuai regulasi dan tatakelola sesuai prinsip GCG. Kita juga berhasil melakukan up date (Penginian Pedoman Manajemen Risiko berbasis ISO 31000:2018, Risk Profile Corporate 2018, Penyusunan dan Penandatanganan KRI (Key Risk Indicator) dari tiap divisi, Pembangunan EWS (Early Warning System ) tahap 1, serta penerapan budaya sadar risiko dalam setiap pengambilan keputusan. Ini sangat penting untuk mendukung pencapaian target dan kinerja secara keseluruhan,” ujar Salusra Wijaya di dampingi Sofyan Gumelar, VP Sekper, Cyntia Yasmine DVP GCG, serta Rendra Siswanto DVP Manajemen Risiko).

Dikatakan, penerapan good governance dan Risk management atau manajemen resiko dilakukan dalam upaya memperbaiki sistem manajemen dan memprediksi resiko usaha perusahaan untuk bisa dikelola dengan baik, sehingga hambatan untuk mencapai tujuan organisasi dapat dihindarkan. Begitu juga Compliance atau kepatuhan adalah sikap taat dan komitmen terhadap kebijakan dan prosedur organisasi sehingga pengendalian internal dapat berjalan dengan baik.

Di tahun 2019, pihaknya menargetkan untuk melaksanakan implementasi Key Risk Indicator (KRI) tahap I pada semua divisi untuk mencerminkan Budaya Sadar Risiko. Selain itu juga penguatan Implementasi SIMRISK dan Pengkinian Sistem Manajemen Risiko berbasis ISO 31000:2018 (Mandatory IPC).

Melakukan koordinasi penyusunan analisa risiko usulan investasi dengan user terkait dan juga melakukan monitoringnya, serta melakukan updating dan menyiapkan laporan Risk Profile Corporate per triwulan.

BACA JUGA:   SNI Sistem Manajemen Keamanan Informasi Solusi Wujudkan SPBE

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk dirancang khusus untuk terminal komersial yang menyediakan layanan angkutan kendaraan, alat berat maupun suku cadang. Termasuk layanan Stevedoring, Cargodoring, Receiving,  Delivery.

Baik untuk ekspor dan impor serta layanan di dalam negeri. Selain itu, terminal ini juga melayani Value Added Services yang meliputi Vehicle Processing Center, dan Equipment Processing Center, Road Freight Services, dan Port Stock.

Penulis: AC

Tags: iktTop GRC 2019
Previous Post

PT PTP Ekspansi ke 5 Wilayah Operasi

Next Post

Aset WOM Finance Rp 8,8 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR