Jakarta, TopBusiness – PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk (CAKK) mengalokasikan belanja modal (capital expanditure/capex) di tahun ini sebesar Rp30 miliar.
Dana ini bakal digunakan untuk melakukan peningkatan kapasitas produksi melalui investasi mesin dan gedung produksi. Hal ini sudah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Luar Biasa (RUPSLB) perseroan.
“Dengan investasi ini dampaknya akan dirasakan pada awal tahun 2020 dengan kapasitas produksi perseroan akan menjadi lebih sebesar 13.500.000 meter2 pada 2019 ini atau meningkat 47℅ dari 9.180.000 meter2,” ujar Direktur Utama CAKK Johan Silitonga, di Jakarta, Selasa (23/4/2019).
Di tahun ini perseroan yakin kinerjanya bakal membaik, karena perekonomian dalam negeri juga masih bertumbuh. Sehingga di 2019 ini bisa meningkatkan kapasitas dan utilisasi produksi.
“Kami bersyukur ada kebijakan safeguard berupa ada bea tambahan bagi produk keramik impor yang masuk. Salah satunya banyak dari China. Ini bisa membuat kita bernafas minimal dalam 3 tahun ke depan,” ujarnya.
Sumber pendanaan capex sendiri, sebut Johan, berasal dari kas internal. Hal ini karena adanya laba ditahan untuk modal kerja.
“Kondisi itu membuat kami tak bagi dividen, karena masih minus. Baru di tahun 2020 akan plus, sehingga di 2021 nanti kita baru akan bagi dividen,” ujarnya.
Hingga kuartal I-2019 ini, kata dia, perseroan telah mencatatkan pendapatan sebesar Rp84 miliar atau meningkat sebesar 47℅ dibanding periode yang sama di 2018 sebesar Rp57 miliar.
“Dengan Raihan laba bersih senilai Rp6 miliar atau naik 47℅ dari laba bersih periode yang sama tahun lalu sebesar Rp4 miliar,” tegas Johan.
Ke depan, lanjutnya, dengan semakin tingginya permintaan dan semakin luasnya penetrasi pasar, maka akan berdampak pada peningkatan penjualan 2019 ini yang bisa tumbuh kurang lebih 12℅-15℅. Dengan pertumbuhan laba bersih mencapai kurang lebih 25℅.
Penulis: Tomy
