Jakarta, TopBusiness – WIKA Industri dan Konstruksi (WIKON) Salah satu anak usahaPT Wijaya Karya( WIKA) telah memulai produksi perdananya jembatan girder baja. Dimana produksi perdana ini jembatan tersebut akan diekspor ke Filipina. Dalam memproduksi jembatan girder tersebut WIKON melakukan aliansi strategis bisnisnya dengan perusahaan Perancis PT Matiere Bridge Building Indonesia.
Jembatan Girder baja yang diproduksi PT. WIKON menggunakan teknologi milik Matiere dengan nama Unibridge. Teknologi ini memiliki mesin yang mampu memproduksi girder dengan struktur sambungan menggunakan pin.
Kelebihan Unibridge bisa dipasang lebih cepat dibandingkan dengan instalasi jembatan yang biasanya mengunakan sambungan las maupun baut konvensional. Berkat teknologi ini, Unibridge bisa mengatasi kendala kepadatan lalu lintas dalam pembangunan jembatan di perkotaan maupun keterbatasan alat berat di perdesaan.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono turut menyaksikan acara penandatanganan kontrak antara Deputy Director of Matiere Headquarter of South East Asia Matiere Paul Antoine Nicolaudie dengan Dirut Wikon Koko Cahyo Kuncoro yang berlangsung di Pabrik Wikon, Balaraja, Tangerang, seperti ditulis, Kamis (25/4/2019).
Menteri Basuki sangat mendorong akan lebih banyak lagi industri melakukan ekspor produk industri jasa kontruksi ke luar negeri. Tentunya dengan ekspor produk jembatan girder baja produksi dari PT. WIKA Industri dan Konstruksi (WIKON) ini akan membuka peluang besar bagi industri nasional memasuki pasar global, tegas Menteri.
Menteri Basuki menambahkan produksi jembatan girder baja 90% menggunakan material lokal, sisanya 10% masih impor terutama komponen yang hak patennya dimiliki oleh Matiere. Girder baja yang diproduksi PT. WIKON menggunakan teknologi milik Matiere dengan nama Unibridge di mana Matiere memiliki mesin yang mampu memproduksi girder dengan struktur sambungan menggunakan pin.
Kelebihan Unibridge bisa dipasang lebih cepat dibandingkan dengan instalasi jembatan yang biasanya mengunakan sambungan las maupun baut konvensional. Berkat teknologi ini, Unibridge bisa mengatasi kendala kepadatan lalu lintas dalam pembangunan jembatan di perkotaan maupun keterbatasan alat berat di perdesaan.
Kehadiran teknologi unibridge ini, kata Menteri Basuki dibutuhkan juga untuk proyek-proyek dalam negeri karena pembangunan infrastruktur salah satunya konektivitas menjadi prioritas Pemerintah bersamaan dengan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). “Kehadiran teknologi Unibridge sejalan dengan kebijakan pembangunan infrastrutur yang lebih cepat, lebih efisien, lebih murah dan berkualitas. Teknologi ini telah digunakan untuk pembangunan Flyover Lamong di Jawa Timur,”jelasnya.
Kedepan menurut Menteri Basuki, selain memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur jembatan di dalam negeri yang semakin meningkat, dengan keunggulan kecepatan pemasangan dan kemudahan pengiriman karena bobot yang ringan, jembatan girder baja yang diproduksi PT. WIKON dan Matiere memiliki potensi besar untuk di ekspor ke berbagai negara di ASEAN dan negara lainnya.
Direktur Utama PT. WIKON Koko Cahyo Kuncoro mengatakan pada tahap awal pihaknya akan memproduksi sebanyak 400 box girder dengan nilai Rp 12 miliar yang akan digunakan pada pembangunan jembatan pada proyek jalan tol di Manila sepanjang 20 Km. Pengiriman perdana rencananya akan dilaksanakan pada 12 Mei 2019 dan akan diselesaikan pada Juli 2019.
“Sebelumnya mereka produksi di Perancis dan Belgia kemudian diangkut ke Filipina, sekarang produksi di sini,” kata Koko.
Penulis: Albarsyah
