
Jakarta, businessnews.id — Dari sekarang sampai tahun 2017, pasokan ruang kantor di kawasan Central Business District Jakarta (CBD Jakarta) akan bertambah sebanyak 2 juta m2. Dalam hal ini, ada kecenderungan kelebihan pasokan.
Head of Research Jones Lang LaSalle Indonesia, Anton Sitorus, mengatakan hal itu dalam media briefing di Jakarta hari ini.
Untuk perkantoran CBD Jakarta, tahun ini memang ada perlambatan pertumbuhan karena sejumlah faktor. Itu antara lain perekonomian nasional yang melemah.
Antisipasi korporasi terhadap Pemilihan Umum 2014 juga menjadi faktor tersebut, kata Anton.
Walau begitu, untuk kuartal kedua, masih ada laju kenaikan 33% dengan net take up sebanyak 37.500 m2. “Tapi kalau kita bandingkan dengan tahun lalu, sangat rendah atau hanya sekitar 25%-nya,” katanya.
Faktor lain penyebab perlambatan adalah tingkat hunian yang sangat tinggi. Maka, ruang kantor yang tersedia tidak banyak.
Sementara itu, untuk perkantoran non-CBD, pasokan ruang kantor baru diperkirakan bertambah 1,2 juta m2 untuk kurun waktu yang sama.
“Sementara, untuk saat ini pasokan yang tersedia sebanyak 1,9 juta m2.” (Achmad Adhito)
Editor: Achmad Adhito