Jakarta, TopBusiness – Dalam rangka menjangkau calon nasabah yang selama ini masih unbankable, pihak PT bank DBS Indonesia menggandeng perusahaan multifinance PT Home Credit Indonesia. Dalam kerja sama ini, disediakan pinjaman joint financing dan program Digibank Bundling.
Menurut Director Consumer Banking Group Bank DBS, Wawan Salum melalui skema ini, kedua perusahaan mengembangkan skema joint financing yakni pembiayaan bersama atas fasilitas kredit yang disalurkan kepada pelanggan Home Credit. Kerja sama ini juga bagian dari solusi terhadap masyarakat yang salaam ini belum mendapatkan akses perbankan.
“Data World Bank, angka unbanked population masih mencapai 38% dari total 250 juta penduduk atau lebih dari 95 juta penduduk Indonesia yang belum terjangkau produk bank atau terbatasnya akses pinjaman ke institusi finansial. Sementara di sisi lain industri fintech (financial technology) tumbuh pesat. Itu menjadi kesempatan untuk melayani masyarakat dengan solusi digital,” terang Wawan, di Jakarta, Kamis (9/5/2019).
Selain program itu, juga ada Digital Bundling. Setelah kerja sama ini, maka bagi mereka yang mengajukan pinjaman di Home Credit, maka nasabah itu bisa membuka rekening bank digibank by DBS secara bersamaan melalui program digibank bundling itu.
Kata dia, untuk proses pembukaan rekening dilakukan secara bersamaan, dengan proses aplikasi tanpa kertas, penandatanganan kontrak secara online serta waktu persetujuan atau penolakan sekitar tiga menit. Bila pengajuan pembiayaan di Home Credit disetujui, maka pelanggan akan memiliki rekening digibank by DBS dan memperoleh cashback senilai Rp 100.000 secara otomatis.
Sejak rekening Digibank diluncurkan pada 18 bulan lalu, kata dia, kini sudah memiliki 600.000 pengguna. Namun untuk kerjasama ini, Wawan tidak menargetkan angka khusus jumlah nasabah baru yang dibidik dari konsumen Home Credit itu.
“Tapi dengan pesatnya industri fintech di Indonesia yang dipicu tingginya pengguna smartphone yang sudah mencapai 60% itu, makanya Digibank ini bisa menjadi solusi,” jelas dia.
CEO Home Credit, Jaroslav Gaisler menambahkan, dalam menyalurkan pinjaman, pihaknya mendapatkan pendanaan dari joint financing, ekuitas, pinjaman dari group pusat, serta pinjaman dari bank global dan lokal. Home Credit memberikan pinjaman maksimal Rp 25 juta untuk produk ponsel pintar dan Rp 50 juta untuk furnitur.
Pihaknya pun akan terus mengembangkan strategi sesuai kebutuhan konsumen dalam berbelanja. “Kami percaya, kemitraan strategis dengan DBS akan mempermudah akses masyarakat ke perbankan dan memberikan pengalaman belanja yang mudah dan cepat,” jelas Jaroslav.
Penulis: Tomy
