TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ada Fintech, Bank Ina Terus Perkuat Digital Banking

Busthomi
10 May 2019 | 14:40
rubrik: Business Info
BI: Fintech Bisa Dongkrak Ekonomi 5-6 Persen

ilustrasi: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Di tengah maraknya laju financial technology (fintech), banyak bank-bank untuk menyiapkan diri dari gempuran fintech itu. Salah satunya, PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA).

Untuk tahun ini, manajemen BINA akan terus menggenjot digital banking dengan memperkuat infrastruktur dan peningkatan biaya operasional. Termasuk juga tengah menunggu izin dari regulator untuk produk digitalnya.

“Kita akan jadi bank fintech, makanya biaya operasional ada peningkatan. Karena ada pembukaan jaringan kantor, SDM, dan siapkan pembangunan infrastruktur untuk digital banking. Dan per Mei ini kami bebaskan biaya di seluruh ATM bank Prima dan Bersama,” papar Direktur Utama BINA, Daniel Budirahayu di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (10/5/2019).

Daniel menambahkan, saat ini perseroan tengah menanti izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) untuk produk internet banking dan moble banking.

“Penguatan internet banking du perusahaan ini dalam rangka persaingan industri perbankan dan adanya strartup fintech yang sangat agresif,” ujar dia.

Sebagai bank yang fokus pembiayaan ke sektor UMKM, pihaknya akan terus mengucurkan kredit ke sektor tersebut. Di tahun lalu, kredit ke UKM sebesar 16,17% di 2018 dan tahun ini akan digenjot hingga 20% sesuai ketentuan dari OJK.

“Kami akan terus membantu program pemerintah untuk kredit UMKM dan micro financing. Dengan bunga yang sangat kompetitif dengan yang lain apalagi dengan fintech,” kata Daniel.

Sementara terkait dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2018 ini, perseroan memastikan tak bagi dividen ke pemegang saham. Alasannya, perusahaan membutuhkan dana untyk ekspansi.

“Kami tak bagi dividen meski CAR (Capital Adequacy Ratio) besar. Dari laba kami 20% untuk cadangan sesuai UU Perseroan dan 80% untuk penguatan bisnis ke depan,” katanya.

BACA JUGA:   Kurangi Backlog Rumah, BTN Latih Developer Muda

Perseroan sendiri mencatatkan laba bersih Rp11,39 miliar menurun dibanding 2017 yang mencapai Rp18,34 miliar. Hal itu karena adanya peningkatan biaya operasional seiring meningkatnya produktivitas dan penambahan infrastruktur.

Penulis: Tomy

Tags: Bank INAfintech
Previous Post

Kuartal I-2019, Kinerja SSIA Masih Minus

Next Post

IHSG Pun Rebound

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR