Jakarta, TopBusiness – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) jauh-jauh hari telah memperkirakan kebutuhan uang tunai tetap tinggi selama Ramadhan dan jelang Hari Raya Idul Fitri nantinya. Kendati penggunaan uang elektronik terus meningkat, perseroan tetap mencadangkan uang tunai yang dibutuhkan masyarakat dalam jumlah yang banyak.
Menurut Direktur Utama BNI, Achmad Baiquni, total dana yang disiapkan perseroan mencapai Rp57 triliun. Dengan per pekannya dana tunai itu terserap sebanyak Rp14,3 triliun. “Jumlah tersebut hanya meningkat sedikit dari Ramadan dan Lebaran tahun lalu sekitar 5 persen saja,” ujar dia seusai acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di kantornya, Jakarta, Senin (13/5/2019).
Angka yang disiapkan emiten bersandi BBNI itu bisa jadi yang terbesar dibanding bank-bank BUMN lainnya. Untuk bank pelat merah lain, seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dana tunai yang disiapkan sebanyak Rp54,9 triliun.
Sementara untuk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) kendati masih menyiapkan dana yang terbilang besar yakni Rp48 triliun, namun terjadi penurunan dari tahun sebelumnya. Tahun lalu, BBRI menyiapkan Rp62 triliun berarti menurun sekitar 22 persen ketimbang tahun ini. Hal ini dikarenakan mulai banyaknya penggunaan uang elektronik.
Lebih jauh Baiquni menegaskan, dari total Rp57 triliun itu, akan lebih banyak didistribusikan ke jaringan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang tersebar di seluruh Indonesia sekitar 60 persen. “Sementara itu, sekitar 40 persen akan disediakan di kantor cabang maupun tempat penukaran lainnya,” kata dia.
Untuk jam operasional sendiri, kata dia, sama seperti tahun lalu untuk bank dan kantor cabang hanya akan libur pada hari H Lebaran yang diperkirakan jatuh pada 5 dan 6 Juni 2019. Sedang pada masa libur lebaran, kantor cabang perseroan akan beroperasi secara terbatas.
Masa libur Lebaran tahun ini sendiri cukup panjang. Pemerintah telah menetapkan cuti bersama untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) saat Lebaran tahun ini berlangsung mulai 30 Mei hingga 9 Juni 2019 nanti.
Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) memperkirakan kebutuhan uang tunai selama periode Ramadan dan Idul Fitri 1440 H mencapai Rp217,1 triliun atau naik 13,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, Rp191,3 triliun.
Menurut perkiraan BI, kenaikan ini karena dipicu oleh rencana kenaikan gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) Aparatur Sipil Negara (ASN). Selain itu, adanya peningkatan upah minimum sebesar 8,03 persen yang berpotensi memicu laju konsumsi. Juga adanya masa liburan yang panjang membuat masyarakat cenderung meningkatkan konsumsinya.
(Tomy)
