TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Progress Kereta Cepat, Menteri BUMN Pastikan Akan Rampung Akhir 2020

Agus Haryanto
14 May 2019 | 15:49
rubrik: BUMN
Progress Kereta Cepat, Menteri BUMN Pastikan Akan Rampung Akhir 2020

sumber : istimewa

Jakarta, TopBusiness – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M. Soemarno kembali memberi kabar terkait kemajuan proyek Kereta Cepat Jakart-Bandung (KCJB) yang saat ini masih digarap.

Menurutnya, hingga pertengahan Mei 2019 ini, dirinya memastikan pembangunan proyek prestisius untuk Tunnel Walini telah berjalan baik dan mencapai 60% di akhir 2019 nanti.

“Sehingga, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini ditargetkan akan selesai dibangun oada akhir 2020 dan ini menjadi kereta cepat pertama di Asia Tenggara,” jelas Rini di Bandung, Selasa (14/05/2019).

Rini langsung menyaksikan sendiri proses penembusan Tunnel Walini pada hari ini. Setelah pengerjaan yang dilaksanakan selama 15 bulan, tunnel dengan panjang 608 meter ini menjadi tunnel pertama dari 13 tunnel KCJB lainnya yang berhasil ditembus.

Pencapaian ini, tegas Rini, merupakan sebuah milestone baru setelah Tunnel Walini di Jawa Barat berhasil ditembus.

“Akhir tahun 2019 progresnya bisa mencapai 60 persen. Saya akan terus mengawal dan memastikan proyek ini berjalan baik. Semua ini juga tidak terlepas dari dukungan semua pihak, baik dari Pemda Jawa Barat, stakeholder dan masyarakat,” ungkap Rini.

Detik-detik penembusan Tunnel Walini dikemas dalam acara bertajuk ‘Tunnel Walini Breakthrough’ dan prosesnya disaksikan langsung oleh Menteri BUMN itu.

Selain itu juga ada Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Republik Indonesia Xiao Qian, Direktur Jendral Pengadaaan Tanah Arie Yuriwin, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna serta sejumlah Direksi BUMN.

Rini juga menegaskan, pemerintah melalui Kementerian BUMN terus mendorong penyelesaian proyek KCJB ini, sehingga nantinya kehadiran proyek ini mampu menciptakan pusat-pusat perekonomian baru.

“Sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, keberadaan proyek ini bertujuan mengurai kepadatan baik di Jakarta maupun di Bandung,” kata dia.

BACA JUGA:   Hutama Karya dan Kepolisian Lakukan Penyekatan di Tol Pekanbaru-Dumai

“Sehingga mampu menciptakan pusat-pusat perekonomian yang baru dan mendorong pemerataan ekonomi. Kita optimistis proyek ini berjalan baik dan kalau kita bisa selesaikan akhir 2020, ini bisa jadi kereta cepat pertama di Asia Tenggara,” tuturnya.

Direktur Utama KCIC, Chandra Dwiputra menyampaikan, apresiasi kepada para kontraktor atas keberhasilannya menembus Tunnel Walini. Pengerjaan tunnel selama ini menjadi menjadi salah satu prioritas dalam proyek KCJB dengan mempertimbangkan tingkat kesulitan dan durasi kerja yang lama.

Dengan demikian, Chandra meyakini bahwa titik-titik pembangunan lainnya yang kini sedang dikerjakan akan segera rampung.

“Berkat dukungan dari seluruh pihak, kini Proyek KCJB telah mencapai progress 17,38%. Pembangunannya sedang digelar secara masif dan merata di berbagai titik guna mencapai target progress pada akhir tahun sebesar 59,78%,” papar dia.

Sebagai tunnel pertama yang berhasil ditembus, Tunnel Walini memiliki lebar diameter dalam mencapai 12,6 meter dan lebar diameter luar mencapai 14,3 meter.

Terowongan yang berlokasi di Kecamatan Cikalongwetan, Bandung Barat ini memiliki wesel di dalamnya serta 2 jalur kereta cepat dengan posisi DK95+472 pada inlet dan DK96+080 pada outlet. Sisi outlet dari tunnel ini akan langsung terhubung dengan Stasiun Walini.

Proses konstruksi Tunnel Walini dilakukan pada sisi inlet dan outlet secara bersamaan dengan menggunakan metode open-cut dengan menggali permukaan tanah hingga ke dasar galian dengan sudut lereng galian tertentu (slope angle).

Tunnel Walini sendiri merupakan tunnel garis lurus dengan kemiringan 1 per mil dan memiliki klasifikasi tingkat batuan yang cukup tinggi (grade V) serta kedalaman maksimum 37 meter.

Dengan metode ini, sisi inlet tunnel memiliki total panjang galian 228 meter sedangkan sisi outlet sepanjang 380 meter. Pengerjaannya sendiri melibatkan lebih dari 120 pekerja konstruksi dengan penggalian tunnel mencapai rata-rata 35 meter dan pengecoran secondary lining rata-rata 36 meter setiap bulannya.

BACA JUGA:   BTN Bantu Selesaikan 80 Ribu KPR Tanpa Sertifikat

(Tomy)

Previous Post

Sambut Lebaran, BNI Pasok Uang Tunai Hingga Rp57 T

Next Post

IHSG Naik 0,34%

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR