TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kebut Sembilan Proyek, BIPI Bakal Rilis Right Issue

Busthomi
21 May 2019 | 12:29
rubrik: Capital Market
Lepas 33,33% Saham ke Pubik, Satria Mega Tawarkan Harga Rp165

Foto: istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, TopBusiness – PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) berencana melakukan aksi korporasi berupa right issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) pada akhir Juli 2019 sebagai salah satu sumber pendanaan sembilan proyek infrastruktur energi yang saat ini tengah dikebut.

Menurut CFO & Direktur Keuangan BIPI Michael Wong, kesembilan proyek tersebut tersebar di Sumatera dan Kalimantan. Dengan membutuhkan banyak dana investasi mencapai US$ 2,5 miliar dan semuanya dalam tahap uju kelayakan (feasibility study).

“Jika semua berjalan lancar, kami perkirakan bisa berkontribusi sekitar US$ 400 juta per tahun terhadap EBITDA kami. Salah satu sumber pendanaannya adalah right issue itu,” kata Michael, di Jakarta, Senin (20/5/2019).

Meski belum mau mengungkap secara terbuka rencana right issue tersebut, Michael menyebut lewat aksi korpirasi tersebut perusahaan berharap dapat menjual saham dengan harga di atas Rp 50 per saham.

“Ketika right issue nanti dengan melihat valuasi perusahaan, kami meyakini pasar dapat menilai berapa harga saham kami,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, rights issue BIPI sebanyak 7 miliar saham baru dan maksimal 14 miliar saham hasil eksekusi waran yang menyertai HMETD. Adapun besaran dana yang ditargetkan sebesar Rp 1 triliun.

Lebih lanjut dia menegaskan, rencana tersebut juga sudah ada investor strategisnya yang bakal menyerap. Namun dirinyabtetap enggan mengurai lebih lanjut ke publik.

“Untuk rencana right issue bisa kami pastikan kami sudah punya pembeli siaganya,” kata dia.

Selain right issue, lanjut dia, pendanaan lainnya bisa lewat investor atau pun sindikasi perbankan.

Terkait sembilan proyek itu yang tersebar di Sumatera dan Kalimantan ini ditargetkan rampung bertahap. Saat ini masih proses FS dan di kuartal III-2019 nanti proses FS-nya bisa selesai.

BACA JUGA:   RUPSLB TOPS Sepakati Rights Issue Rp 80 M

Karena proyek-proyek tersebut masih dalam proses FS, Michael pun menyebutbbelum ada penyerapan belanja modal atau capital expenditure (capex) sama sekali di tahun ini. “Capex akan muncul saat kita mulai investasi di proyek-proyek yang baru itu,” pungkasnya.

Penulis: Tomy
Tags: BIPIright issue
Previous Post

Kemenperin Rangkul Polri

Next Post

DBS Bank Manjakan Nasabah dengan Layanan Digital

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR