TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ketatnya Likuiditas Masih Berlanjut

Nurdian Akhmad
18 July 2014 | 14:52
rubrik: Finance
Ilustrasi: Istimewa
Ilustrasi: Istimewa

Jakarta, businessnews.id — Ekonom Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), M. Doddy Ariefianto, menilai bahwa tren kekurangan likuiditas di industri perbankan bakal terus berlanjut sepanjang kuartal ketiga dan keempat 2014.

“Likuiditas yang ketat di perbankan akan terus berlanjut hingga kuartal ketiga dan keempat. Sehingga, perbankan perlu mengurangi tekanan ini dengan menurunkan [penyaluran] kredit yang diikuti dengan dana pihak ketiga (DPK),” kata Doddy di Jakarta hari ini.

Dia mengatakan, sejauh ini para bankir memang mengkhawatirkan ketatnya likuiditas. Hal ini tercermin dari tingkat loan to deposit ratio (LDR) yang hingga akhir Maret 2014 sudah mencapai 91,17 persen atau lebih tinggi dari sebulan sebelumnya yang 90,47 persen. Padahal, BI saja mematok target LDR 2014 sebesar 92 persen.

Namun demikian, jelas Doddy, secara umum industri perbankan di dalam negeri masih terbilang sehat dan kuat, sehingga likuiditas masih bisa meningkat.

“Tetapi, sayangnya masih ada ketidakpastian di bidang politik terkait Pemilihan Presiden. Kita hanya bisa berharap dana-dana asing segera masuk,” tuturnya.

Dia mengatakan, pada kuartal ketiga tahun ini, biaya dana di perbankan akan mengalami peningkatan hingga 14 basis poin. “Ini bukan bersifat sementara, jadi saya sependapat bahwa posisi likuiditas akan tetap ketat. Sehingga, bank-bank [bermodal] kecil hanya bisa defensif,” ujar Doddy.

Bahkan, sejauh ini industri perbankan juga tengah bersaing dengan pemerintah yang tercatat lebih aktif menghimpun dana publik melalui penerbitan Surat Utang Negara (SUN). “Untuk bank kecil, untuk dapat bertahan, mereka hanya menyesuaikan atau mengutak-atik bunga deposito saja,” ucapnya. (Abdul Aziz)

Editor: Achmad Adhito

BACA JUGA:   Penuhi Empat Hal Ini, Bank Banten Dinyatakan Sehat oleh OJK
Previous Post

Konsumsi Premium Naik 36% Sehari Sebelum Lebaran

Next Post

Investor Hong Kong Peminat Bank Mutiara Mundur

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR