TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Selama Lebaran, Penjualan Emas di Hartadinata Melonjak Tiga Kali Lipat

Agus Haryanto
11 June 2019 | 16:16
rubrik: Capital Market
Selama Lebaran, Penjualan Emas di Hartadinata Melonjak Tiga Kali Lipat

Jajaran manajemen HRTA usai RUPST, beberapa waktu yg lalu. FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – PT Hartadinata Abadi TBK (HRTA), produsen dan penyedia perhiasan emas terintegrasi di Indonesia mengakui selama momen Hari Raya Idul Fitri, penjualan perhiasan emas di gerai yang dikelolanya melonjak tiga kali lipat dibanding periode biasa.

Menurut Direktur Utama HRTA, Sandra Sunanto setelah penjualan emas selama kuartal I-2019 melesu karena ada momen tahun politik, ternyata sepanjang lebaran telah melonjak cukup signifikan.

“Demand masyarakat pada waktu kampanye di tiga bulan terakhir (jelang Pemilu), kami rasakan ada pengaruhnya. Sepertinya masyarakat mengerem (beli emas) selama triwulan I itu. Terutama yang ping merosot dua bulan jelang Pemilu,” papar dia usai acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), di Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Padahal, kata dia, di daerah Jawa pantai utara (Pantura) yang biasanya konsumtif akan perhiasan dan kebetulan sedang panen raya, tetap menahan daya belinya terhadap perhiasan.

“Di Pantura yang sudah panen, mestinya ramai. Tapi berhenti. Cuma kemudian tiga hari setelah Pemilu langsung melonjak tinggi. Dan puncaknya di lebaran mereka langsung beli,” tegas Sandra.

Momentum lebaran ini, kata dia, ternyata lebih bagus dari lebaran d tahun sebelumnya. “Penjualannya sangat bagus capai tiga kali lipat dari musim biasa. Itu sama dengan 60 persen dari total penjualan selama setahun,” terangnya.

Momen terbaik selanjutnya, kata dia, akan terjadi di hari raya Idul Adha. Namun kemudian, dua minggu kemudian, mereka akan kembali menjual emasnya. “Tapi tetap kami akan dapat marjin, karena emas yang dijual itu tentu harganya akan menurun,” kata dia.

Sepanjang tahun lalu, kata dia, peningkatan penjualan masih didominasi oleh pasar perhiasan kadar rendah untuk segmen kelas menengah bawah yang berkontribusi 60,1% terhadap total produk yang dipasarkan. Untuk itu, perseroan pun akan tetap mempertahankan di pasar ini.

BACA JUGA:   BEI Suspensi NIKL

Besarnya penjualan emas itu tetap mengandalkan dari gerai milik perseroan dengan merek ACC. Sejauh ini sudah ada 32 gerai Danbo gga akhir tahun bisa menjadi 40 gerai. “Tahun lalu perseroan telah membuka 8 toko ACC di Bandung, Jakarta, Madura, dan Batam. Serta tiga toko di Cirebon, Solo, dan Medan,” katanya.

Dari penjualan yang positif itu, HRTA berhasil mengantongi pendapatan Rp2,746 triliun atau naik 10,6% secara year on year (yoy). Hal ini didorong oleh kenaikan harga emas selama 2018 dan peningkatan volume penjualan kepada pihak wholesale sebesar 3% dan toko ACC 2,1%.

“Sehingga laba bersih perseroan berhasil dikantongi sebanyak Rp123,8 miliar atau naik 10,7% secara yoy,” ujarnya.

Dari total laba bersih itu, dalam RUPST tersebut disisihkan untuk dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp3 2,2 miliar, cicilan dana cadangan sebesar Rp24,7 miliar, dan modal kerja perseroan sebesar Rp66,8 miliar yang dicatat sebagai laba ditahan.

 

 

(Tomy)

Previous Post

BEI Sebut 25 Perusahaan Segera Gelar IPO

Next Post

AP II: Penerbangan Maskapai Berbiaya Murah di Soetta Tumbuh 2,5%

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR