TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Lion Air Tepis Utang Perusahaan Rp 614 Triliun

Nurdian Akhmad
14 June 2019 | 17:33
rubrik: Business Info
Borong 50 Pesawat Boeing Max, Lion Air Gelontorkan US$ 6,24 Miliar

Foto: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Corporate Communications Strategic Lion Air Group Danang M Prihantoro membantah perusahaannya memiliki utang sebesar Rp 614 triliun sehubungan dengan pemesanan 800 unit pesawat.

Meski demikian, pihaknya membenarkan telah melakukan pemesanan lebih dari 800 pesawat udara dari berbagai pabrikan di seluruh dunia.

Saat ini, Lion Air Group telah menerima lebih dari 340 pesawat dari total pesanan dimaksud dan sudah mengoperasikannya di tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

“Informasi utang atau berpotensi utang Lion Air sebesar Rp614 triliun, serta akan menjadi beban pihak lain, adalah tidak benar,” kata Danang dalam siaran pers, Jumat (14/6/2019).

Danang menjelaskan pendanaan dalam pengadaan pesawat dilakukan menggunakan berbagai cara atau tidak semua pesawat diperoleh dengan cara meminjam dana. Pesanan pesawat udara tersebut tidak semua akan dioperasikan di Indonesia.

Selain itu, imbuhnya, pengadaan pesawat tidak dijamin oleh siapa pun dan tidak menjaminkan siapa pun, kecuali Lion Air sendiri yang bertanggung jawab atas pengadaan pesawat yang dilakukan dengan jaminan aset perusahaan, termasuk pesawat yang dibeli. Apabila pesawat tersebut disewa, maka tidak diperlukan adanya jaminan.

Danang menegaskan saat ini kondisi operasional dan keuangan Lion Air dalam keadaan normal dan berjalan lancar. Adapun, sesuai pandangan dan analisis bisnis ke depan, Lion Air Group yang lain akan terus melakukan pengembangan bidang usaha dan rute (ekspansi bisnis).

Sebelumnya, informasi mengenai utang Lion Air santer diberitakan. Maskapai berlambang singa bersayap tersebut disebut-sebut memiliki utang yang belum dilunasi selama tiga bulan berturut-turut kepada PT Angkasa Pura I (Persero).

Danangnya menyebutkan pihak Lion Air Group telah meminta kepada pengelola bandara agar hal yang terkait dengan kewajiban pembayaran jasa kebandarudaraan diperlakukan sama dengan operator penerbangan lainnya.

BACA JUGA:   Lion Air Segera IPO, Ini Pernyataan BEI

Permohonan tersebut sudah disampaikan secara tertulis dan resmi melalui surat kepada pengelola bandara. Adapun, kewajiban pembayaran yang diminta untuk dibuatkan termin pembayarannya adalah kewajiban Januari, Februari dan Maret 2019.

“Kami bersama pihak pengelola bandara sebagaimana dimaksud telah melakukan pertemuan resmi dan sudah menyepakati secara tertulis terkait dengan termin pembayaran kewajiban Januari, Februari, Maret 2019 dan pembayaran sudah dilaksanakan,” ujar Danang.

 

Tags: lion air
Previous Post

Di Akhir Pekan, Indeks Bertahan Negatif

Next Post

Bursa Melaju Positif Sepekan Usai Lebaran

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR