Jakarta, TopBusiness – Presiden Amerika Trump menekan pemerintahan Iran. Dampaknya, harga patokan minyak bergerak bervariasi.
Pada Senin (24/06), orang nomor satu Amerika di Twitter mengimbau agar negara-negara lain mesti melindungi pengiriman minyaknya ke Timur Tengah ketimbang meminta bantuan negara Paman Sam. Bahkan, berencana melakukan sanksi terhadap Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Khamaini dan pejabat lainnya, yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
Selain, pasokan diperkirakan akan ketat, menyusul OPEC plus diperkirakan memperpanjang kesepakatan untuk membatasi produksi pada pertemuan 1-2 Juli di Wina.
Harga minyak berjangka jenis brent terangkat USD 3 sen ke level USD 64,89 per barel. Sementara, di pasar komoditas New York, minyak jenis west texas intermediate turun USD 3 sen menjadi USD 57,87.
Penulis : Agus H
