Jakarta, TopBusiness – Emiten bergerak di sektor perkebunan sawit, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), memastikan akan melakukan restrukturisasi pinjaman afiliasi perseroan.
Langkah ini diyakini bakal mampu menciptakan integrasi vertikal dengan anak perusahaan dalam pengembangan bisnis hulu dan hilir. Dan bisnis ini menjadi fokus strategi usaha di tahun ini.
“Restrukturisasi yang kami lakukan ini untuk mendukung strategi perseroan yang akan mendekatkan bisnis di hulu dengan anak-anak perusahaan yang bermain di hilir. Kami terus melakukan konsolidasi sampai ada kedekatan antara hulu dan hilir,” kata Direktur Keuangan SSMS, Nicholas J Whittle usai RUPS Tahunan di Jakarta, Selasa (25/6/2019).
Restrukturisasi pinjaman sendiri sudah disepakati dalam RUPS. Pinjaman yang akan direstrukturisasi ini merupakan pinjaman antar-perusahaan yang melibatkan SSMS dan afiliasi Perseroan, yakni PT Citra Borneo Indah, PT Kalimantan Sawit Abadi, PT Mitra Mendawai Sejati, PT Tanjung Sawit Abadi, PT Sawit Multi Utama, PT Menteng Kencana Mas, PT Mitra Pratama Putra dan PT Surya Borneo Industri.
Whittle menegaskan, SSMS sebagai pemain di hulu akan lebih terkonsentrasi pada produksi minyak berkelanjutan (renewable energy). “Pada industri kelapa sawit ini, sebenarnya ada dua arah bisnis, yakni pertama minyak komoditas yang utama adalah biodiesel. Pemerintah akan memanfaatkan sawit menjadi bahan bakar. Arah bisnis lainnya adalah minyak berkelanjutan,” imbuhnya.
Lebih lanjut dia menyebutkan, pada tahun ini kondisi pasar CPO akan lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya, meskipun di 2019 ini masih akan ada tantangan akibat ketidakpastian global, terutama isu biodisel di Uni Eropa, tarif impor di India dan perang dagang AS-China.
Namun demikian, jelas Whittle, secara umum kondisi pasar CPO di Kuartal I-2019 masih serupa dengan situasi di 2018. “Pada 2018 terjadi penurunan harga yang drastis atau bisa dibilang sudah anjlok. Mungkin di 2019 ini ada recovery sedikit di harga CPO, tetapi masih tetap ada tantangan,” ujarnya.
Pada Kuartal I-2019, SSMS sudah merasakan sedikit kenaikan penjualan CPO, tetapi dari sisi volume masih serupa dengan kondisi di Kuartal I-2018. “Volume penjualan ini lebih dipengaruhi cuaca di awal tahun. Kita mengetahui setiap di awal tahun tidak bagus, tetapi di kuartal kedua akan kembali cukup oke,” pungkasnya.
(Tomy)
