TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

GMFI Yakin Pendapatan USD 1 Miliar Tercapai

Agus Haryanto
26 June 2019 | 11:23
rubrik: Capital Market
GMFI Yakin Pendapatan USD 1 Miliar Tercapai

sumber : bisnis.com

Jakarta, TopBusiness – Anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang bergerak di bidang perawatan mesin pesawat, PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMFI), mematok target pendapatan di tahun ini bisa mencapai USD 500 juta.

Angka tersebut merupakan langkah awal dari target pendapatan perseroan untuk menyentuh angka USD 1 miliar di 2021 nanti. Perseroan pun optimistis target tersebut bisa tercapai.

“Revenue sebesar USD 1 miliar itu mungkin tercapai di tahun 2021 nanti. Kalau sekarang kita targetkan revenue bisa sebesar USD 500 juta. Kontribusi terbesar tetap dari perawatan mesin,” ungkap Director of Business and Base Operation sekaligus Plt Direktur Utama GMF Tazar Marta di Jakarta, Selasa (25/6/2019).

Untuk mencapai target itu, kata dia, perseroan mengandalkan dari aspek perawatan mesin. Apalagi untuk setiap perawatan mesin pesawat, GMF akan memperoleh pendapatan sebesar USD 5 juta hingga 6 juta. Makanya, bisnis perawatan mesin ini porsinya sangat dominan bagi GMF.

“Sejak 2015 lalu, untuk portofolio bisnis GMF terhadap pendapatan paling besar dari line maintenance 31%, kemudian component 28%, dan airframe 24%. Tapi sekarang yang paling tumbuh revenue-nya adalah perawatan mesin sebesar 29%,” katanya.

Langkah perseroan ini sebagai bagian dari rencana jangka panjang perusahaan (RJPP) sebagai top maintenance, repair, dan overhaul (MRO) dan ditandai dengan revenue sebesar USD 1 miliar yang akan dicapai tahun 2021 nanti.

Selain itu, lanjut dia, untuk mencapai itu perseroan juga tengah melakukan ekspansi di beberapa wilayah seperti kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, Indo-China dan Asia Timur, serta Australia.

Di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, ekspansi bisnis tersebut akan berupa kerja sama dengan MRO lokal yang direncanakan beroperasi pada 2020.

BACA JUGA:   Bakal IPO, Laba Produsen Cimory Meroket 798,54%

“Kemudian untuk ekspansi ke Australia, GMF akan membuka kantor cabang di tiga kota yaitu Sydney, Melbourne, dan Perth yang ditargetkan beroperasi di kuartal IV-2019 ini,” tutur Tazar.

Untuk dikatahui, sebelumnya di Paris Air Show, GMF juga telah menjalin sejumlah kesepakatan bisnis. Kesepakatan tersebut adalah dengan AFI KLM E&M, anak usaha dari Air France-KLM, dan produsen mesin pesawat CFM International.

Namun begitu, untuk kinerja GMFI di kuartal I-2019 ini hanya mampu mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 3,66% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya yaitu USD 115,93 juta menjadi USD 120,18 juta per Maret 2019.

Dia mengungkapkan, kenaikan pendapatan tersebut masih belum sampai untuk menutupi pertumbuhan beban perseroan. Imbasnya, laba bersih perseroan tergerus 58,99% dari USD 7,36 juta di kuartal I-2019 menjadi USD 3,02 juta.

“Kami lihat di kuartal I 2019 masih belum nendang, belum cukup untuk capai target kami. Kami lihat maskapai ada peak season (puncak penjualan), di MRO kami biasanya peak season sekitar semester 2, jadi kami merangkak profit (laba) di situ,” pungkasnya.

 

(Tomy)

 

 

Previous Post

SSMS Restrukturisasi Pinjaman Afiliasi

Next Post

Jokowi Minta HT Kembangkan Kawasan Mandalika

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR