Jakarta, TopBusiness – Emiten pelayaran dan logistik, PT Pelita Samudera Shipping Tbk atau PSSI masih menunjukkan kinerja positif di tengah penurunan harga batubara yang merupakan komoditas utama yang diangkut perseroan.
Tercatat, perseroan membukukan kenaikan pendapatan tidak diaudit sampai Mei 2019 sebesar US$30,7 juta atau naik mengalami pertumbuhan sebesar 19% dari periode yang sama tahun sebelumnya (year on year).
“Hal itu karena ditopang oleh tarif pelanggan yang mengalami kenaikan untuk jasa kapal kargo curah bulk carrier (MV) dan kapal tunda dan tongkang (TNB) untuk mengikuti fungsi permintaan pasar (supply and demand),” tandas Direktur Utama PSSI, Alex Iriawan Ibarat, di Jakarta, seperti ditulis Kamis (27/6/2019).
Sejak awal tahun hingga saat ini, atau tepatnya kurun waktu empat bulan ini, PSSI telah membeli tiga kapal jenis MV, dan dua kapal jenis Supramax (53,000 dwt) telah disewakan dalam jangka panjang atau selama 5 tahun ke Virtue-Dragon Nickel Indonesia.
“Sedang satu kapal Handysize (32,000 dwt) juga disewakan dalam jangka waktu satu tahun untuk membawa kargo aluminium dan kargo curah lainya,” jelas dia.
Dengan adanya pembelian kapal tersebut, maka hingga Mei 2019 itu, perseroan telah membelanjakan capital expanditure (capex) sebesar US$30,2 juta dari total capex 2019 senilai US$61,3 juta.
“Dan kami menargetkan untuk mendatangkan satu kapal lagi dengan meningkatnya permintaan volume dalam negri dan export,” tegas Alex.
Sejauh ini, PSSI telah berhasil menambah volume lini bisnis Kapal MV dengan kenaikan volume dari periode yang sama tahun lalu. Sampai Mei 2019 total armada MV sejumlah 5 unit kapal dibandingkan hanya 1 unit sampai Mei 2018 lalu.
Dengan kondisi tersebut, maka perseroan melihat proyeksi untuk semester kedua akan lebih positif ketimbang enam bulan pertama di tahun ini. “Jadi untuk volume dan pendapatan kami melihat akan ada kenaikan ketimbang di semester pertama dengan utilisasi dan volume bertambah dari semua lini bisnis,” kata dia.
Untuk itu, Alex menegaskan, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan di atas 20% di tahun ini dibandingkan tahun 2018 lalu.
Penulis: Tomy
