Jakarta, TopBusiness – Emiten anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) yang merupakan kontraktor tambang, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) kembali memastikan untuk tidak membagi dividen di tahun ini. Keputusan ini berarti sama seperti tahun lalu yang juga tak sebar dividen, padahal kinerja perseroan cukup bagus.
“Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) memutuskan untuk tak membagi dividen. Karena laba 2018 sebagai laba yang ditahan,” tegas Presiden Komisaris DEWA, Muhammad Lutfi usai RUPST, di Jakarta, Kamis (27/6/2019).
Sepanjang 2018, DEWA berhasil membukukan pendapatan sebesar US$188,87 juta, dengan laba kotor sebesar US$6,61 juta. Sementara laba komprehensif perusahaan dibukukan sebesar US$0,83 juta atau naik 210,9% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, dia melanjutkan, untuk kinerja tahun ini, perseroan memproyeksikan produksi akan meningkat menjadi 125,7 juta Bcm overburden atau naik 25,7% dibanding periode tahun 2018 yang diperkirakan akan mencapai 100 juta Bcm.
“Sedangkan untuk produksi batubara di tahun 2019 diproyeksikan akan mencapai 17,0 juta ton atau naik 25,9% dibandingkan periode tahun 2018 yang diperkirakan akan mencapai 13,5 juta ton,” tegasnya.
Saat ini, kata dia, perseroan sudah mengantongi proyek penambangan mineral seng yang berlokasi di Dairi, Sumatera Utara. Proyek itu milik PT Dairi Prima Mineral dengan kontrak senilai Rp29,9 miliar.
“Secara resmi perseroan telah mendapatkan kontrak pekerjaan pembangunan akses jalan tambang pada proyek tersebut,” kata Lutfi.
Selain proyek di penambangan mineral seng, DEWA juga mengaku mengantongi sejumlah proyek lain seperti proyek penambangan tembaga dan emas di Kabupaten Bone Bolango, Provinisi Gorontalo.
Dalam proyek tersebut DEWA akan mengerjakan road construction pada tahap awal, serta aktivitas penambangan dan reklamasi.
Tak hanya itu DEWA juga sudah mendapatkan proyek penambangan emas yang berlokasi di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan milik PT Citra Palu Minerals.
Penulis: Tomy
