
Jakarta, businessnews.id — Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo menyatakan, keberhasilan renegosiasi kontrak karya tambang akan menyumbang tambahan nilai ekspor Indonesia pada kuartal III 2014 sebesar USD 2 miliar hingga USD 3 miliar.
“ Kami menyambut baik hasil renegosiasi kontrak karya tambang sebab akan memerbaiki struktur transaksi berjalan akan lebih baik,” terang dia di Jakarta (12/8/2014).
Dengan tambahan nilai ekspor yang berkesinambungan tersebut, diharapkan bahwa transaksi berjalan tahun 2014 akan lebih baik ketimbang transaksi berjalan tahun 2013.
Membaiknya kondisi transaksi berjalan tersebut, menurut Agus lagi, telah memertimbangkan pemenuhan kebutuhan perayaan Idul Fitri dan pembayaran utang luar negeri.
Ia menambahkan, dengan berhasilnya renegosiasi kontrak karya tambang yang mensyaratkan berjalannya program hilirisasi, ke depan nilai ekspor akan kembali mendapat tambahan dari nilai tambah ekspor bahan tambang tersebut.
Salah satu perusahaan pertambangan yang telah menandatangani renegoasiasi kontrak karya yakni Freeport Indonesia; dengan penandatanganan tersebut Freeport bersedia membangun smelter di dalam negeri.
Selain itu, pembayaran royalti emas dinaikkan dari 1% menjadi 3,75%; perak dari 1% menjadi 3,25%; tembaga dari 1,5-3% menjadi 4%.
Sebagai imbalannya, Freeport mendapatkan keringanan bea keluar dan dengan kebijakan itu, tahun ini perusahaan itu bisa mengekspor konsentrat sekitar USD 1,56 miliar.
Freeport saat ini hanya dikenai bea keluar (BK) ekspor konsentrat 7,5%. Keringanan ini karena realisasi pembangunan smelter perusahaan asal Amerika Serikat itu sudah mencapai 5%.
Di samping itu, pemerintah juga berharap renegosiasi dengan perusahaan pertambangan kontrak karya dan PKP2B (Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara). (Abdul Aziz)