
Jakarta, businessnews.id — Pasar surat utang korporasi masih terlihat lesu hingga bulan Agustus 2014. Hal itu disebabkan belum adanya kepastian tentang presiden tahun 2014- 2019, dan arah kebijakan ekonomi ke depan.
Menurut Direktur Utama Pefindo Ronald Andi Kasim di Jakarta (12/8/2014), dari target kontrak penugasan pemeringkatan efek surat utang tahun 2014 sebesar Rp 52 triliun, hingga Agustus 2014 baru mencapai Rp 28 triliun.
“Selama semester I tahun 2014, kami telah melakukan pemeringkatan surat utang dengan total nilai surat utangnya sebesar Rp 22 triliun,” katanya.
Sementara itu, di semester II 2014, Pefindo baru membukukan kontrak pemeringkatan efek dengan total nilai surat utang sebesar Rp 7 triliun.
“Ini sudah ada penugasan, namun surat utangnya belum listed,” terang dia.
Nilai kontrak pemeringkat utang yang baru tersebut datang dari perusahaan sektor perbankan sebanyak tiga korporasi, sektor konstruksi sebanyak satu korporasi, sektor pembiayaan ada tiga korporasi, sektor farmakologi sebanyak satu korporasi, serta perkebunan satu korporasi.
Dengan demikian pencapaian target Pefindo masih jauh.
“Iya, memang masih jauh,“ cetus dia, sambil berharap dalam kuartal IV 2014 akan lebih banyak perusahaan menerbitkan surat utang.
Kondisi lesunya pasar surat utang, tambah dia lagi, disebabkan pelaku pasar masih menunggu kepastian lebih lanjut tentang kepempimpinan nasional. (Abdul Aziz)