Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG hingga penutupan perdagangan Rabu (03/7) di Bursa Efek Indonesia turun 22,28 poin, atau setara dengan 0,35 persen ke posisi 6.362,622. Aksi ambil untung menggerakan indeks Jakarta ke area merah.
Investor pun memantau potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi global, seiring belum menentunya kapan berakhir konflik dagang Amerika dan China. Sinyal seperti itu, menyusul dari peringatan Gubernur Bank of England Mark Carney bahwa peningkatan proteksionisme berisiko memperlambat pertumbuhan ekonomi global yang mungkin memerlukan respon kebijakan prioritas.
Indeks Jakarta ini mengikuti langkah pergerakan beberapa bursa saham utama, seperti, Nikkei-225 ke posisi 21,638 poin, atau lebih rendah 116 poin (0.5 persen), diikuti STI ke level 3,368 poin atau minus 3 (0.1 persen) dan indeks Kuala Lumpur ke posisi 1,690, atau minus 1 poin (0.1 persen).
Di pasar regular, perdagangan saham berlangsung normal. Volume saham mencapai 18.474.480.478 per unit dengan frekuensi 463.854 kali senilai Rp 8,356 triliun. Sejumlah saham terkena aksi lepas saham, seperti, PT Asuransi Dayin Mitra Tbk (ASDM) Rp 100 ke posisi Rp 1.030, diikuti PT Indo Kordsa Tbk (BRAM) Rp 900 ke posisi Rp 10.800 dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) Rp 175 menjadi Rp 12.500 per unit.
Penulis : Agus H
