TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

KTM WTO Memungkinkan RI Naikkan Subsidi Pertanian

Nurdian Akhmad
10 December 2013 | 17:28
rubrik: Ekonomi
Ilustrasi (Istimewa)
Ilustrasi (Istimewa)

Jakarta — Kesepakatan dari Konferensi Tingkat Menteri World Trade Organization (KTM WTO) di Bali belum lama ini membuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan subsidi pertanian. Itu bisa sementara dilakukan sembari merundingkan solusi permanen yang menuntut penyempurnaan perjanjian secara signifikan. “Jadi, sinyalemen bahwa Indonesia dan negara berkembang lain tidak dapat meningkatkan subsidi pertanian tidaklah tepat,” kata Direktur Kerja Sama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan RI, Imam Pambagyo, di Jakarta hari ini.

Imam, dalam konferensi pers, menyatakan bahwa kesepakatan KTM WTO  Bali terkait sektor pertanian masih bersifat sementara. Dalam masa interim solution selama empat tahun, negara anggota akan merundingkan solusi permanen atas proposal Kelompok G-33.  Perundingan tersebut tampaknya tidak akan lepas dari dua elemen lain Perjanjian Pertanian yakni akses pasar dan subsidi ekspor.

Ia pun mengatakan, kesepakatan dari KTM WTO Bali yang menyangkut sektor pertanian dapat disebut kemenangan tersendiri bagi negara berkembang. Sebab, ada kesepakatan sementara sampai solusi permanen selesai dirundingkan dalam empat tahun ke depan. “Kesepakatan Bali memungkinkan negara berkembang bebas dari tuntutan sekalipun ada subsidi dari total output pertanian melebihi 10 persen.”

Memang kesepakatan dari KTM WTO Bali tidak otomatis menaikkan subsidi pertanian. Itu sangat ditentukan oleh anggaran tiap negara. “Tapi yang penting, ada ruang bagi negara berkembang untuk menaikkan subsidi pertanian,” kata Imam. (DHIT)

BACA JUGA:   Luncurkan Danantra Monitor, Koalisi Ini Desak Danantara Transparan dan Miliki Roadmap Investasi Hijau
Tags: pertanian wto
Previous Post

Pasar Petrokimia RI Capai USD 30 Miliar di 2018

Next Post

RI Harus Selesaikan PR untuk Kurangi Impor

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR