TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kinerja Jeblok, DILD Enggan Koreksi Target

Busthomi
16 July 2019 | 01:09
rubrik: Business Info
Lepas 33,33% Saham ke Pubik, Satria Mega Tawarkan Harga Rp165

Foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Intiland Development Tbk (DILD) mengaku penjualan properti selama semester I-2019 masih relatif rendah. Hal ini tak lepas situasi politik yang belum kondusif dan adanya momen puasa serta lebaran yang menggerus kinerja properti.

Namun begitu, emiten pengembang ini yakin di paruh kedua tersebut bisa menggenjot penjualan perseroan. Maka dari itu, pihaknya pun enggan mengkoreksi target pra penjualan atau marketing sales di tahun ini.

“Kuartal II, masih belum terlalu bagus karena masih Juni kena lebaran dan pemilu kemarin. Kita memang tak terlalu banyak berharap di kuartal II, tapi III dan IV ini bisa lebih baik untuk mencapai 2,5 triliun (target marketing sales 2019). Dan pencapaian masih rendah sampe semester I ini,” tegas Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi DILD Archied Noto Pradono, di Jakarta, Senin (15/7/2019).

Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 887,6 miliar pada kuartal I-2019. Angka ini tumbuh 25 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 709,2 miliar tumbuh 25,15 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 709,19 miliar.

Akan tetapi, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 57,08 persen dari Rp 112,78 miliar pada kuartal I 2018 menjadi Rp 48,39 miliar pada kuartal I 2019.

Menurut Archied, perseroan masih memiliki waktu 5-6 bulan untuk mengejar penjualan. Optimisme perseroan pun didorong oleh dukungan yang diberikan oleh pemerintah kepada sektor properti.

“Kita masih punya waktu 5-6 bulan kita usaha supaya tercapai. Memang ketinggalan 6 bulan ini, tapi masih kita kejar angka itu. Dengan banyaknya insentif (di sektor pajak), kita akan coba angkat,” tegas dia.

Penulis: Tomy

BACA JUGA:   Intiland Batal Rilis Global Bond US$ 250 Juta
Tags: DILDintiland
Previous Post

Bank KEB Hana Digandeng KSEI Jadi Bank Administrator RDN

Next Post

IHSG Melemah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR