Jakarta, TopBusiness—Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, mengatakan bahwa masa perang dagang yang dimulai oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menimbulkan wacana adanya peluang. Akan tetapi, mendapatkan peluang dari situ tidaklah mudah.
“Bagi Indonesia pun, mendapatkan peluang tertentu dari perang dagang tidak semudah membalikkan telapak tangan,” kata dia di Jakarta (16/7/2019), dalam satu seminar yang digelar Indef.
Dikatakannya, investasi luar yang masuk ke Indonesia, bukan datang dengan tiba-tiba. Dalam hal ini, calon investor juga akan melihat lebih dulu fundamen ekonomi Indonesia.
Saat ini, selain perang dagang, ada tiga hal yang berpengaruh kepada ekonomi global. Yakni tren kenaikan suku bunga acuan di AS, dan faktor geopolitik.
Sejak mulainya perang dagang, perdagangan global melemah. “Gross global trade saat perang dagang, hanya sekitar 3%. Sudah tentu hal ini memengaruhi rantai pasokan di seluruh dunia,” ucap dia.
“Bagi Trump, perdagangan itu soal menang-kalah. Lalu, membidik negara yang banyak surplus dagang dengan AS. Padahal, perdagangan itu tidak bisa dipaksa,” kata Menteri Sri Mulyani.
(Adhito)
