TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Iklim Positif, Pasar Obligasi Terkerek 8,21 Persen

Nurdian Akhmad
18 July 2019 | 09:48
rubrik: Capital Market
SBN sebagai Instrumen Utang Pemerintah*

Ilustrasi: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Pasar obligasi dari awal tahun hingga saat ini sudah berada di jalur positif. Terlihat, sampai akhir Juni 2019 pasar surat utang itu sudah melambung 8,21 persen secara year to date (ytd).

Untuk itu, para Manajer Investasi (MI), seperti PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) optimis laju obligasi bakal positif hingga akhir 2019 ini.

Menurut Senior Portofolio Manager Fixed Income MAMI, Syuhada Arief, iklim positif pasar finansial yang sangat suportif itu telah menopang kondisi market Bond di dalam negeri yang menghijau. Baik itu sentimen global maupun makro ekonomi Indonesia dan situasi politik pasca pemilu yang mulai kondusif.

Dari sisi global, kebijakan The Fed mengarah lebih akomodatif. Ini tentu berpotensi penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI 7day Reverse Repo Rate) dan kenaikan peringkat kredit Indonesia dari S&P. Itu semua merupakan faktor-faktor positif bagi pasar obligasi Indonesia,” jelas dia di Jakarta, seperti dikutip Kamis (18/7/2019).

Selain itu, lanjut Syuhada, saat ini sekitar 29 persen dari obligasi di dunia (US$ 12,5 triliun) berada pada level imbal hasil negatif. Sehingga bisa memicu global yield hunt, karena investor akan mencari investasi yang masih menawarkan imbal hasil positif, seperti di Indonesia.

Dengan begitu, dia menyebutkan, pasar obligasi Indonesia dapat diuntungkan, lantaran obligasi Indonesia menawarkan imbal hasil yang tinggi.
Kondisi makroekonomi kita juga suportif, tercermin dari nilai tukar rupiah yang bergerak stabil dan kondisi politik pasca pemilu juga sudah lebih tenang,” kata Syuhada.

Lebih jauh dia menegaskan, dengan adanya gabungan katalis positif tersebut akan menciptakan iklim kondusif bagi pasar obligasi domestik. “Kami memandang masih ada upside potential untuk pasar obligasi Indonesia ke depan,” pungkas Syuhada.

BACA JUGA:   Berikut, 2 Saham Bank yang Direkomendasikan untuk Hari Ini

Penulis: Tomy

Previous Post

IHSG Segaris dengan Dow Jones

Next Post

Harga Patokan Minyak Tergerus

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR