Jakarta, TopBusiness – Harga patokan minyak mentah dunia tergerus. Pasalnya, terjadi potensi perlambatan ekonomi global menyusul masih belum berakhirnya konflik perang dagang Amerika-China.
Badan energi internasional sebelumnya mematahkan perkiraan permintaan minyak global menjadi 1,1 juta barel per hari dan berpotensi kembali memangkas apabila ekonomi global terus menunjukkan pelemahan. Sebelumnya IEA memproyeksikan, angka permintaan minyak 2019 akan tumbuh 1,5 juta barel per hari, tetapi dipangkas menjadi 1,2 juta pada Juni tahun ini.
Dampaknya, harga patokan minyak dunia tersungkur. Misalnya, di New York Mercantile Exchange atas jenis minyak west texas intermediate turun USD 1,48 menjadi USD 55,30 untuk pengiriman Agustus depan.
Demikian juga pada minyak jenis brent di London ICE Futures Exchange lebih rendah USD 1,73 menjadi USD 61,93 per barel.
Penulis : Agus H
