Home Management GCG TOP GRC 2019: BPD Bali Dukung Terciptanya Bali Era Baru

TOP GRC 2019: BPD Bali Dukung Terciptanya Bali Era Baru

Foto: Teguh IS

Jakarta, TopBusiness – Bank Pembangunan Daerah Bali (BPD Bali) mengikuti sesi penjurian ajang TOP GRC 2019 yang diselenggarakan Majalah Top Business, Jumat (12/7/2019), di Jakarta.

Kepada anggota Dewan Juri TOP GRC 2019, I Nyoman Sudharma, S.H., M.H., Direktur Utama BPD Bali menjelaskan bahwa visi BPD Bali adalah menjadi Bank yang Kuat, Berdaya Saing Tinggi, dan Terkemuka dalam Melayani UMKM serta Berkontribusi bagi Pertumbuhan Perekonomian Daerah.

“Misi kami adalah memperkuat ketahanan kelembagaan; meningkatkan kualitas SDM, Teknologi dan Informasi serta Budaya Kerja; Meningkatkan layanan dan produk berorientasi solusi yang bernilai tambah kepada seluruh komunitas nasabah; Menjadi pendukung program pembangunan ekonomi daerah; Menopang pemberdayaan ekonomi daerah melalui pelayanan UMKM; Meningkatkan kepedulian sosial bagi komunitas dan lingkungan,” kata Nyoman Sudharma

Bank Pembangunan Daerah Bali (BPD Bali) didirikan pada tanggal 5 Juni 1962. Pada tahun 2004 aktivitasnya ditingkatkan dari Bank Umum menjadi Bank Umum Devisa.

Penerapan GRC

Mengenai penerapan GRC di Bank Bali, dijelaskan oleh Nyoman Sudhana bahwa BPD Bali telah melaksanakan kegiatan usahanya dengan berpedoman pada prinsip-prinsip GRC. Tata kelola perusahaan yang baik dirasakan semakin penting seiring dengan meningkatnya risiko bisnis dan tantangan yang dihadapi oleh industri perbankan.

“Penerapan tata kelola perusahaan dan manajemen resiko dengan baik dan secara konsisten akan memperkuat posisi daya saing perusahaan, memaksimalkan nilai perusahaan, mengelola sumber daya dan risiko secara lebih efisien dan efektif, yang pada akhirnya akan memperkokoh kepercayaan pemegang saham dan stakeholders, sehingga BPD Bali dapat beroperasi dengan baik dan tumbuh secara berkelanjutan dalam jangka panjang,” jelas Nyoman Sudhana.

‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’

Dalam presentasinya, Dirut BPD Bali itu juga menjalskan bahwa dalam menjalankan bisnis dan operasionalnya, BPD Bali menyeleraskan dengan visi pembangunan Pemda Bali yaitu “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yang secara sederhana maksudnya adalah menuju Bali Era Baru dengan menata secara fundamental dan komprehensif pembangunan Bali yang mencakup tiga aspek utama yakni alam, krama dan kebudayaan Bali berdasarkan nilai-nilai Tri Hita Karana yang berakar dari kearifan lokal Sad Kerthi.

“Untuk mewujudkan “Nanmun Sat Kerthi Loka Bali”, kami ikut mendukung konsep “One Island One Management” yang dijalankan oleh Pemda Bali. Caranya, dengan layanan non tunai seperti: e-Bansos Sekolah, e-Retribusi Pasar, integrasi LKD dengan e-Retribusi, pembayaran rumah sakit, e-Ticketing di kawasan pariwisata, e-Link dengan LPD/BPR/Koperasi,” kata Nyoman Sudhana.

 

Sasaran BPD Bali ke Depan

Dalam sesi penjurian itu, juga diuraikan mengenai arah kebijakan bank dalam jangka menengah dan jangka panjang yang meliputi:

  • Penguatan ketahanan kelembagaan. Ini dilakukan dengan meningkatkan kualitas pengelolaan Governance, Risk Management, dan Compliance. Juga meningkatkan modal, kualitas aktiva, pendapatan, dan laba.
  • Penguatan kemampuan sebagai Agent of Regional Development: mendorong pertumbuhan DPK berbiaya murah dan diversifikasi DPK non-Pemda, meningkatkan fungsi intermediasi lewat penyaluran kredit dan meningkatkan kredit UMKM berbasis industri unggulan dan rantai nilainya. Serta, memperkuat sinergi BPD Bali dengan bank lain, BPR, LPD dan LKM untuk mengembangkan produk.
  • Peningkatan daya saing. Cara yang dilakukan memperluas jaringan, diversifikasi produk dan layanan, membangun keunggulan layanan, menjadi financial consultant, memperkuat corporate brand BPD Bali, menjalankan strategic CSR, mengembangkan kompetensi bisnis inti, membangun SDM berbasis kinerja, membangun leadership, organisasi dan corporate culture, dan memanfaatkan teknologi informasi.

 

Penulis: Teguh Imam Suyudi

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here