
Jakarta, businessnews.id — Pergerakan nilai tukar Rupiah akhir-akhir ini menjadi perhatian Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito.
Ia menilai, kondisi nilai tukar tersebut kini setara dengan di Mei 2014. “Kondisi ekonomi menuju kegentingan karena nilai tukar Rupiah bergejolak seperti 2013,” ujar dia di Jakarta hari ini.
Dengan adanya gejolak tersebut, Ito mengharapkan ekonomi Indonesia akan membaik. “Ke depan perekonomian Indonesia akan lebih baik. Akan ada masa jangka panjang ekonomi membaik,” katanya.
Jika ekonomi membaik, akan membawa efek yang positif terhadap pasar modal. “Emiten memiliki kinerja yang baik. Ini bisa meningkatkan pasar modal,” katanya.
Ito mengharapkan, stabilitas ekonomi bisa dimanfaatkan baik oleh investor dan emiten. “Kami berharap situasi ekonomi mendatang dimanfaatkan demi kemajuan pasar modal,” terang dia
Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat sore pekan kemarin, nilai tukar Rupiah terhadap USD di Rp 11.693. (Abdul Aziz)
Editor: Achmad Adhito