Home Ekonomi BUMN Laba Bersih Hutama Karya Semester I Naik 79,81 Persen

Laba Bersih Hutama Karya Semester I Naik 79,81 Persen

Foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Kinerja PT Hutama Karya (Persero) selama semester I-2019 ini cukup apik. Tercatat, perseroan mendulang laba bersih dari laporan keuangan yang unaudited semester I ini sebesar Rp1,105 triliun.

Angka tersebut berarti meningkat tajam sekitar 79,81% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018 yaitu sebesar Rp 614 miliar.

Perolehan fantastis laba bersih Hutama Karya di semester I 2019 ini sekaligu menandai capaian laba bersih yang meningkat tajam hingga hampir 2 kali lipat atau 50,17% dari target laba bersih satu tahun yang ditetapkan oleh perseroan.

“Alhamdulilah, sampai dengan Semester I tahun ini, banyak pencapaian luar biasa yang sudah diraih oleh Hutama Karya. Kami telah merampungkan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera sampai dengan tahun ini sepanjang ±470 km yang artinya tercapai 17% dari target yang diamanatkan sepanjang 2.765 km,” tutur Direktur Utama Hutama Karya, Bintang Perbowo di Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Berbagai keberhasilan tersebut, lanjut dia, karena perseroan melakukan berbagai inovasi, perbaikan metode kerja, dan efisiensi dalam melakukan procurement tersebut.

Lebih jauh dia menegaskan, penerapan inovasi di bidang operasional dan keuangan seperti memperkuat infrastruktur IT, pengembangan Enterprise Resource Planning (ERP), penerapan Building Information Modelling (BIM), serta inovasi dalam penciptaan instrumen pendanaan mampu mendorong pendapatan Hutama Karya hingga Semester I 2019 yang mencapai Rp 8,115 triliun.

Dari sisi perolehan margin, kata dia, Hutama Karya juga mencatatkan pertumbuhan Net Profit Margin (NPM) yang positif. “Net Profit Margin tumbuh sebesar 13,61% jika dibandingkan dengan kinerja di periode yang sama di tahun 2018 yaitu sebesar 6,35%,” tutur dia.

Bintang menambahkan, hingga Semester I tahun 2019, Perseroan memiliki rasio utang berbunga terhadap ekuitas (Gross Gearing Ratio) yang masih rendah. Hal ini memberikan kesempatan bagi Perseroan untuk lebih agresif dalam menambah sumber pendanaan terkait pengerjaan proyek-proyek strategis nasional.

“Karena level rasio masih sebesar 0,66 kali sedangkan batas utang berbunga (debt covenant) sebesar 2,25 kali,” ucapnya.

Dengan demikian, kondisi keuangan positif tersebut, kata dia, tentunya akan menjadi penopang penting dalam rangka mempercepat penyelesaian penugasan Pemerintah di Jalan Tol Trans Sumatera.

Penulis: Tomy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here