Pembangunan Tol Trans Sumatera Terus Dikebut

Penulis Nurdian Akhmad

Jakarta, TopBusiness – Pembangunan tol trans Sumatera terus dikebut oleh PT Hutama Karya (Persero) Tbk. Untuk itu perseroan meyakini, penugasan di Jalan Tol Trans-Sumatera ini dapat diselesaikan sesuai target.

“Bahkan pembangunan itu bisa dilakukan lebih cepat. Apalagi ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 140 km telah diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada bulan Maret lalu dan telah beroperasi penuh,” ungkap Direktur Utama Hutama Karya, Bintang Perbowo di Jakarta, Rabu (6/8/2019).

Sementara itu, lanjut dia, untuk ruas tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung sepanjang 185 km direncanakan akan diresmikan langsung oleh Presiden RI pada bulan Agustus 2019 dan siap beroperasi.

Sementara ruas sisanya yang sepanjang 33 km tersebut yaitu Kayu Agung-Betung, yang akan tersambung hingga Palembang, konsesinya itu dimiliki oleh pihak lain.

“Dan ketika keseluruhan ruas tersebut tersambung, maka dapat dipastikan Lampung-Palembang akan mulus akhir tahun ini,” tutur dia.

Adapun untuk ruas di Sumatera bagian utara, yaitu dari Medan-Binjai, Hutama Karya sudah menyelesaikan pembangunan jalan tol seksi 2 dan 3 sepanjang 11 km. Dan untuk seksi 1 progres konstruksi telah mencapai 91%.

“Dengan demikian, selama 4,5 tahun terakhir ini Hutama Karya telah menyelesaikan Jalan Tol Trans Sumatera sepanjang ±470 km,” ungkap Bintang.

Dan untuk ruas Pekanbaru-Dumai, Bintang memaparkan optimis akan bisa beroperasi di akhir tahun 2019 sepanjang 131 km.

Selain proyek infrastruktur jalan tol, perseroan juga ikut mengembangkan proyek pembangunan pembangkit listrik. Dan hingga akhir semester I tahun 2019, proyek EPC andalannya berhasil dirampungkan perseroan, yaitu Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Grati yang diresmikan langsung oleh Menteri ESDM, Ignasius Jonan, beberapa hari lalu.

“Proyek sinergi Hutama Karya, Lotte E&C dan Samsung C&T ini memiliki kapasitas sebesar 450 MW dan mampu mengaliri listrik untuk satu juta rumah di Pulau Jawa Bagian Timur hingga Bali,” jelas dia.

Proyek dengan nilai investasi sebesar Rp 3,61 triliun ini, klaim dia, menyerap 2.728 tenaga kerja lokal pada masa konstruksinya. Jonan juga sangat mengapresiasi pembangunan PLTGU yang digarap melalui Sinergi BUMN, sehingga dalam proses pembangunannya mampu melakukan efisiensi dengan mengedepankan hasil yang maksimal.

“PLTGU Grati ini adalah salah satu proyek Hutama Karya yang cukup monumental, karena PLTGU ini merupakan bentuk keberhasilan salah satu Program Listrik Pemerintah 35.000 MW yang merupakan wujud komitmen dan kerja nyata untuk Listrik Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya.

Penulis: Tomy

BACA JUGA

Tinggalkan komentar