Jakarta, TopBusiness – Metland menghibahkan Stasiun Metland Telaga Murni kepada negara senilai Rp 5,1 miliar. Hal tersebut merupakan bentuk kepedulian perseroan guna memberikan solusi moda transportasi massa nyaman, murah bagi penghuni kawasan pemukiman serta lingkungan masyarakat sekitarnya.
Dalam konteks seperti itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat peresmian stasiun Kereta Api Comuterline (KAC) Metland Telaga Murni, Bekasi-Jawa Barat, kemarin, meminta dan berharap kerja sama antara pemerintah dan swasta dapat tercipta dengan baik dan harmonis dalam memecahkan permasalahan moda transportasi di seluruh Indonesia.
Ditegaskan Menhub, ini salah satu “role model” dan pionir kerja sama inisiatif pengembang perumahan (developer) terkemuka di negeri ini membangun stasiun KA dengan menghabiskan angaran pembangunan sebesar Rp 5,1 miliar. Dan juga pula pengembang ini langsung menghibahkan stasiun tersebut kepada negara dalam hal ini dikelolah langsung oleh PT Kereta Api Commuterline Indonesia. “Tentunya role model ini dapat pula bergulir kepada swasta lainnya, baik itu developer perumahan serta juga kawasan industri”, tegas Menteri.
Stasiun KA Telaga Murni ini dibangun dengan konsep sesuai dengan spesifikasi teknis sehingga memenuhi standar pelayanan minimum stasiun perkotaan, berupa fasilitas ticketing gate, closed circuit television (CCTV), serta petunjuk informasi kereta dan petunjuk jalur bagi penumpang. Stasiun ini dibangun dengan luas bangunan 2.630 m2, dan juga pula akan dibangun Terminal Bus seluas 3.000 m2.
Tentunya Metland Telaga Murni akan menjadi tempat hunian sangat nyaman bagi para masyarakat “Urban” untuk melakukan aktivitas sehari-hari dari Telaga Murni menuju DKI Jakarta hanya dengan jarak tempuh KA 1,5 jam dan juga bagi para pekerja di kawasan industri Karawang pun akan menjadi alternative terbaik memiliki hunian di Telaga Murni ini.
Ditegaskan Direktur Utama Metland Tomas Angfeng, keberadaan Metland Telaga Murni ini sangatlah strategis, sebab posisinya ditengah-tengah, antara lintas Jakarta-Cikampek. Apalagi pemerintah akan mempercepat pembangunan dobel track KA sampai ke Karawang.
Pada Kawasan seluas 400 hektar ini akan dibangun pusat bisnis dengan rencana seluas 20 hektar dan juga akan dibangun pula Metland Milenia City (MMC). Dimana pada proyek ini akan mengacu sebagai kawasan berwawasan lingkungan hidup dan didukung juga pengolahan air bersih bagi lingkungan.
“Area hijau sebagai paru-paru kota menjadi perhatian kami, tidak tertutup kemungkinan juga akan difasilitasi sebagai kawasan cerdas berbasiskan IT Solution yang menjadi tuntutan era milenial, ” ujar Tomas.
albarsyah
