Jakarta, TopBusiness – PermataBank kembali mengadakan acara Press Conference Wealth Wisdom yang keenam, bertempat di Level 8 th Glass House, The Ritz Carlton Pacific Place. Acara ini mengusung tema Mindfully Wealthy in 21st Century.
Wealth Wisdom 2019 ini menghadirkan kelas-kelas yang komperhensif serta edukatif untuk menyampaikan pesan-pesan yang berkaitan dengan sikap mindful yang diharapkan meningkatkan kekayaan hidup yang sesungguhnya.
Lebih dari 39 sesi kelas inspiratif, 7 workshop, music performance dan movie screening dengan lebih dari 70 pembicara ternama yang hadir, di antaranya adalah Nadya Hutagalung, Reza Gunawan, Axton Salim, Desi Anwar, dan James Prananto.
“Semua kelas dibuat secara menarik dengan gaya dan pembahasan inspiratif dari masing-masing pembicara yang hadir,” ujar Djumariah Tenteram, Retail Banking Director dalam siaran persnya yang diterima redaksi, Rabu (14/8/2019).
Di era percepatan seperti saat ini, kata Djumariah, pengelolaan kekayaan yang tepat harus disajikan dalam cara yang semakin relevan bagi masyarakat masa kini. Sesuai dengan tema yang diangkat dalam acara Wealth Wisdom tahun ini yaitu Mindfully Wealthy in 21st Century.
“Acara ini merupakan salah satu wujud kepedulian dari PermataBank terhadap isu terkini dan membuat Wealth Wisdom menjadi wadah edukasi yang menginspirasi kekayaan dan kebahagiaan lintas generasi,” kata Djumariah.
Data Riset
Berdasarka ndata dari riset PermataBank yang dilakukan di tiga kota besar di Indonesia, menyatakan bahwa 3 dari 4 orang sering melakukan beberapa pekerjaan sekaligus dalam satu waktu.
Data lainnya menyatakan era disrupsi teknologi juga mempengaruhi tingkat intimasi kepada sesame. Hampir 70% orang menggunakan smartphone saat makan bersama keluarga. Hal ini membuat kehangatan berkumpul bersama orang tercinta perlahan menjadi memudar.
Indonesia sendiri terkenal dengan masyarakatnya yang senang berbagi apapun lewat jejaring sosial media, didapatkan data sebanyak 62% masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan untuk menggunakan media sosial selama setidaknya 4 jam dalam sehari.
Terbukti dari 2 dari 3 orang sebisa mungkin akan melakukan berbagai aktifitas yang sedang kekinian, secara tidak langsung tren ini menimbulkan rasa ketakutan ketinggalan sesuatu yang sedang tren dimasanya.
“Berbagai kondisi tersebut membuat masyarakat modern harus bijak menyikapi semua yang terjadi di era percepatan saat ini untuk dapat mempertahankan kualitas hidupnya Jangan sampai setiap perkembangan tidak disikapi dengan tepat hingga menyebabkan kondisi kesehatan mental dan fisik terganggu, terlebih membuat makna dari kekayaan yang dimiliki pudar secara perlahan,” tutur Djumariah.
Menurut dia, PermataBank memaknai kekayaan menjadi enam pilar yaitu relationship, social giving, health, money, spirituality, dan experience. Enam pilar tersebut yang membuat PermataBank percaya, bahwa ada faktor lain yang perlu dijaga selain materi dalam memaknai kekayaan yang sesungguhnya.
Penulis: Tiyo/MG
Editor: nrd

