Jakarta, TopBusiness – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal mengoptimalkan pemanfaatan teknologi webinar dalam melakukan pengaturan dan pengawasan industri pasar modal yang terus mengalami lonjakan jumlah investor mencapai 2,07 juta single investor identification (SID) per 9 Agustus 2019 lalu.
Hal ini seperti disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin (19/8/2019) dalam acara Public Exspose Live 2019.
Menurutnya, guna dapat menjaga konsistensi terhadap upaya perlindungan konsumen, maka lonjakan jumlah investor ritel di pasar modal akan diantisipasi OJK dengan meningkatkan pemanfaatan teknologi informasi (IT).
“Saat ini saja, paling banyak ada 20 ribu investor yang memegang saham di satu emiten. Bisa saja nantinya paling banyak 100 ribu investor di satu emiten. Tentunya, penyelenggaraan RUPS akan repot,” kata dia.
Sebagaimana diketahui, hingga 9 Agustus 2019 tercatat jumlah investor yang memegang instrumen saham dan obligasi sebanyak 995.990 SID, sedangkan pada instrumen reksa dana mencapai 1,39 juta SID.
Hoesen mengatakan, semakin besarnya jumlah investor tersebut harus bisa diimbangi dengan upaya menjaga partisipasi publik dalam pengembangan industri pasar modal. “Seiring dengan kinerja pasar modal yang semakin membaik. Yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana mendorong jumlah investor ritel,” tutur Hoesen.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, pemanfaatan teknologi webinar dalam Public Expose Live ini diharapkan menjadi solusi bagi investor ritel untuk berpartisipasi dalam penyelenggaran RUPS. Sehingga, lanjut dia, OJK dan SRO pasar modal memutuskan untuk menyelenggarakan Public Expose Live di Gedung BEI Jakarta pada 19-28 Agustus 2019.
Webinar merupakan teknologi yang memungkinkan pengguna untuk mengadakan seminar, talk show, diskusi dan kegiatan lain yang dilakukan tanpa mengharuskan penggunanya untuk bertatap muka langsung, karena menggunakan jaringan internet berbasis website.
Masih terkait IT ini, ke depan Hoesen berharap, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang akan menyiapkan electronic voting.
“Nantinya, kami akan jauh lebih ketat lagi mengawasi. Investor saham saat ini sekitar satu juta. Semakin banyak investor, maka semakin kerja keras kita mengawasi,” pungkas dia.
Penulis: Tomy
