Jakarta, TopBusiness – PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) atau Telkom memastikan, pihak manajemen berminat atas aset menara atau Base Tranceiver Station (BTS) yang siap dilepas oleh PT Indosat Tbk (ISAT).
Untuk itu, perusahaan tengah ikut dalam proses tender tersebut melalui anak usahanya PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel). Dan nantinya, jika menjadi pemenang akan masuk ke dalam Miratel itu.
Hal ini seperti disebutkan oleh Direktur Keuangan Telkom, Harry Mozarta Zen di acara Public Expose Live 2019, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (19/8/2019).
“Iya kita (lewat Mitratel) memang lagi ikutan dalam proses penjualan towernya Indosat. Kalau memang Telkom Group yang dinyatakan pemenang, maka akan masuk ke Mitratel,” tandas dia.
Namun begitu, dia melanjutkan, pihaknya pun belum berani memaparkan ke publik lebih jauh dalam hal aksi korporasi tersebut. Pasalnya, yang tertarik atas aset menara Indosat itu bukan hanya Telkom Group, Protelindo adalah anak usaha dari PT Sarana Menara Nusantara Tbk juga ikut dalam penawaran.
“Makanya, ini masih ada confidential agreement yang kami tanda tangani dengan pihak penjual. Jadi mohon maaf tidak ada yang kita sampaikan lebih jauh. Tapi betul kita ikutan (tender tower Indosat),” tutur dia.
Mitratel sendiri tetap fokus di bisnis menara telekomunikasi. Sampai saat ini, Mitratel telah mengelola lebih dari 12.500 menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Dan Mitratel telah mengakuisisi perusahaan menara PT Persada Sokka Tama (PST).
Aksi korporasi lainnya, kata dia, BUMN telekomunikasi tersebut juga berencana untuk meluncurkan satelit bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Hal itu pun diakui juga oleh Harry. “Ini sebagai sinergi BUMN saja. Jadi win-win solution,” katanya.
Untuk memenuhi dua rencana bisnis itu, perusahaan tahun ini menyiapkan belanja modal (capex) sebesar 27% dari perolehan pendapatan di 2018. Seperti diketahui pendapatan perusahaan di 2018 mencapai Rp 130,78 triliun.
“Sampai Juni capex sudah 21% (dari pendapatan),” kata Harry.
Sepanjang 2019, Telkom berencana mengalokasikan belanja modal sekitar lebih Rp 33 triliun. Untuk realisasi penyerapan capex semester I 2019 ini sudah mencapai 45% dari total anggaran.
Sebagian dana belanja modal perseroan telah digunakan untuk membangun Radio Access Network (BTS 4G) dan pengembangan sistem informasi teknologi (IT).
Sedangkan pada bisnis fixed line, perusahaan juga melakukan ekspansi dengan membangun jaringan akses dan infrastruktur backbone berbasis fiber optic untuk mendukung broadband seluler maupun telepon tetap kabel.
Perseroan menargetkan belanja modal pada periode 2019 bisa mencapai 27% dari pendapatan. Dan sepanjang semester I 2019, perusahaan telekomunikasi pelat merah ini membukukan pendapatan Rp 69,3 triliun, naik 7,7% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 64,4 triliun.
Penulis: Tomy
