Jakarta, TopBusiness – Harga minyak kembali menguat. Sebelumnya, emas hitam tersebut sempat jatuh sebagai dampak kekhawatiran ekspektasi permintaan di kemudian hari.
Harga patokan minyak mentah dunia kembali terangkat sebab ada optimisme atas ketegangan dagang antara China-Amerika. Apalagi, Presiden Amerika Donald Trump menyatakan belum siap untuk membuat kesepakatan perdagangan. Sebaliknya, akan memperpanjang penundaan hukuman yang memperbolehkan Huawei Technologies untuk membeli komponen asal Amerika.
Kemudian, suku bunga referensi pinjaman baru China ditetapkan lebih rendah pada Selasa (20/8/2019) sehingga mengurangi biaya pinjaman perusahaan.
Berita-berita tersebut berdampak terhadap peningkatan harga minyak. Di New York Mercantile Exchange dengan jenis minyak west texas intermediate untuk pengiriman Agustus terangkat USD 13 sen ke level USD 56,34 per barel. Sementara, di London ICE Futures Exchange untuk brent naik USD 29 sen ke posisi USD 60,03.
Penulis : Agus H
