Jakarta, TopBusiness—Manajemen Yelooo Integra Datanet menyampaikan jawaban atas pertanyaan otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI), mengenai tren volatilitas harga saham emiten tersebut.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan pagi ini, Corporate Secretary Yeloo Integra Datanet, Arjuna Sirait, menyampaikan sejumlah jawaban. Antara lain, bahwa pihaknya telah menyampaikan semua fakta/kejadian penting yang dapat berpengaruh kepada harga saham YELO.
Semua itu disampaikan melalui situs perseroan, situs OJK (Otoritas Jasa Keuangan), situs BEI, dan media sosial.
“Kami memiliki rencana aksi korporasi yang dapat berpengaruh kepada harga efek kami,” kata Sirait.
Berdasarkan data dari Dunia Investasi, harga saham YELO dalam tren menurun sejak awal Agustus 2019 sampai penutupan perdagangan kemarin. Penutupan perdagangan 1 Agustus 2019, saham YELO seharga Rp 194.
Lantas dalam tren menurun. Di penutupan perdagangan kemarin, saham itu seharga Rp 164 per lembar.
Lonjakan transaksi atas saham tersebut banyak terjadi sepanjang 1 Agustus 2019 sampai penutupan perdagangan kemarin. Di 1 Agustus, total volume transaksi masih di 402.900 unit.
Lonjakan transaksi terbesar terjadi kemarin, yakni sebanyak 63-an juta unit.
Pengamatan ke data tersebut, mayoritas transaksi di periode tersebut dilakukan investor domestik. Investor asing tercatat hanya melakukan transaksi atas saham itu di perdagangan kemarin dengan transaksi sebanyak 200.000 unit dari total 63-an juta unit.
(Adhito)
