TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Progres Konstruksi Underpass NYIA Mencapai 74,3 Persen

Agus Haryanto
21 August 2019 | 13:17
rubrik: Ekonomi
Progres Konstruksi Underpass NYIA Mencapai 74,3 Persen

Jakarta, TopBusiness – Progres pembangunan konstruksi underpass Bandara Yogyakarta atau New Yogyakarta International Airport atau NYIA sepanjang 1,3 km di Kabupaten Kulonprogo, Provinsi DIY mencapai 74,3 persen atau lebih cepat dari target yang direncanakan sebesar 63,9 persen.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan underpass tersebut bertujuan agar akses jalan nasional Pantai Selatan (Pansela) Jawa yang menghubungkan Purwokerto dan Yogyakarta tetap terbuka, karena pembangunan Bandara Kulonprogo memotong jalan Pansela lama. “Underpass ini merupakan underpass terpanjang, bagiand ari jalan nasional Pansela Jawa. Dalam pembngunannya, faktor keamanan harus betul-betul diperhatikan,” kata Basuki, dalam laman pu.go.id.

Pembangunan underpass dikerjakan oleh kontraktor PT Wijaya Karya dan PT MCM sejak tahun 2018 dan ditargetkan selesai tahun 2019. Pekerjaan konstruksi utama underpass melingkupi pembangunan struktur underpass, penggalian tanah, dan pembuatan drainase. Biaya pembangunannya bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) senilai Rp 293,18 miliar.

Underpass ini memiliki panjang keseluruhan 1,3 km yang terdiri dari konstruksi terowongan (slab tertutup) sepanjang 1.095 meter dan jalan pendekat arah timur dan barat masing-masing sepanjang 110 meter dan 100 meter. Underpass memiliki lebar 7,85 meter, clearence atas 5,2 meter dan samping 18,4 meter.

Konstruksi underpass dilengkapi dengan fasilitas rumah pompa untuk mengantisipasi terjadinya genangan air saat turun hujan. Dinding underpass akan dihiasi ornamen dengan tema kearifan lokal seperti motif batik khas Yogyakarta untuk menambah nilai estetika.

 

Penulis : Agus H

 

BACA JUGA:   Industri Kulit dan Tekstil Tumbuh di Triwulan I
Previous Post

Program Hilirisasi Kelapa Sawit dan Mandatori Biodiesel

Next Post

Global Bond ASRI US$ 175 Juta Tunggu Pasar Kondisusif

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR