Home Ekonomi Business Info SMGR Yakin Pertahankan Market Share 53 Persen

SMGR Yakin Pertahankan Market Share 53 Persen

foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Di tengah tekanan industri semen dalam negeri, kinerja PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) masih tetap positif sepanjang semester I-2019 ini. Bahkan hingga akhir tahun perseroan optimistis bisa menguasai pasar semen hingga 53 persen.

Tercatat hingga Juli 2019, perseroan berhasil mencatatkan volume penjualan untuk pasar semen domesik di luar dari PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) sebesar 13,492 juta ton.

“Penjualan ekspor perseroan di luar SBI itu berasal dari fasilitas Indonesia yang mencapai 1,879 juta ton. Sementara penjualan domestik SBI hingga Juli 2019 mencapai 5,396 juta ton. Sedangkan ekspor SBI mencapai 240.060 ton,” papar Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan SMGR, Sigit Wahono, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Dari kondisi tersebut, perseroan masih menjadi market leader di industri ini sebesar 53 persen. Dan hingga akhir tahun tetap terjaga di posisi itu, apalagi banyak pasar semen seperti di Kalimantan dan Sulawesi Utara, produk SMGR tetap dominan.

“Kami harapkan market tahun depan lebih bagus dari tahun ini. Dan bisa kembali ke situasi normal. Sehingga dengan pertumbuhan (industri) 5 persen saja sudah bagus,” katanya.

Lebih jauh dia menegaskan, terkait keberhasilan perusahaan mengakuisisi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk itu terbukti menjadi katalis yang kuat dalam menopang kinerja bisnis grup secara keseluruhan.

“Hal ini nampak jelas dari kontribusinya terhadap catatan volume penjualan grup yang mencapai 5,636 juta ton, atau setara dengan 26,51 persen dari total volume penjualan Semen Indonesia Group,” kata Sigit Wahono.

Untuk kinerja keuangan perusahaan juga masih positif di paruh pertama 2019 ini. Tercatat, pendapatan Semen Indonesia Group tumbuh sebesar 22,9 persen, menjadi Rp16,351 triliun dibandingkan semester I/2018 sebesar Rp13,308 triliun.

Biaya pendapatan juga mampu ditekan turun sebesar 2,4 persen seiring dengan bergabungnya PT Solusi Bangun Indonesia Tbk itu. Sehingga sinergi yang ada dapat menekan biaya penjualan per ton yang harus ditanggung.

“Beberapa bentuk sinergi secara grup yang mampu diinisiasi sejak bergabungnya PT SBI
di antaranya, pengadaan batubara yang lebih terintegrasi pada level grup, sehingga
mendapatkan harga yang lebih baik dan kompetitif, menata ulang jaringan distribusi secara grup guna memastikan margin yang optimal sekaligus menekan biaya layanan yang harus dikeluarkan perusahaan serta pengurangan faktor klinker,” papar dia.

Sigit menambahkan, Semen Indonesia Group semakin yakin dan optimistis dalam menapaki potensi bisnis ke depan. Di tengah tantangan pasar yang semakin kompleks, Semen Indonesia Group memiliki modal kuat dalam hal penguasaan pasar yang semakin kokoh dengan hadirnya PT SBI dalam jaringan perusahaan.

“Persaingan pasar bebas yang sudah di depan mata dengan mulai berdatangannya kompetitor-kompetitor dari luar negeri membuat faktor penguasaan pasar menjadi sangat penting dalam memperkuat daya saing perusahaan,” imbuh Sigit Wahono.

Semen Indonesia Group semakin yakin bahwa kinerja bisnis perusahaan secara keseluruhan di masa mendatang bakal semakin potensial. Dan juga jalan perusahaan untuk tampil sebagai pemain utama di industri semen regional bakal semakin terbuka lebar.

Penulis: Tomy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here