Home Ekonomi Business Info Kontribusi Dana Murah BCA Capai 75,7 Persen

Kontribusi Dana Murah BCA Capai 75,7 Persen

Foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Kinerja PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau Bank BCA masih tumbuh positif sepanjang enam bulan pertama tahun 2019 ini. Kondisi tersebut ditopang oleh laju pengelolaan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan pertumbuhan kredit yang terus meningkat.

Dari sisi DPK, total dana yang dikumpulkan perseroan sudah mencapai Rp673,9 triliun selama paruh pertama tahun ini. Atau mengalami pertumbuhan 8,6% secara year on year (yoy).

“Dari DPK itu, BCA terus mencatat pertumbuhan dana murah atau CASA dari dana giro dan tabungan atau naik secara yoy sebesar 5,9% menjadi Rp510,4 triliun. Hal itu didukung dengan kuatnya peningkatan jumlah transaksi khususnya pada produk e-channels,” tutur Rudy Susanto, Direktur BCA di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Dari jumlah tersebut, kata dia, berarti kontribusi dana murah masih menjadi inti dana pihak ketiga sebesar 75,7%. “Dan sisanya yakni yakni dana deposito terhadap DPK meningkat 18,1% secara yoy menjadi Rp163,5 triliun,” jelas dia.

Untuk laju kredit di semester I 2019 ini, kata dia, juga meningkat 11,5% secara yoy menjadi Rp565,2 triliun. Di mana kredit korporasi tumbuh 14,6% (yoy) menjadi Rp219,1 triliun dan kredit komersial & UKM meningkat 12,5% (yoy) menjadi Rp189,2 triliun.

Sementara itu, kata dia, kredit konsumer meningkat 6,4% (yoy) menjadi Rp152,0 triliun.

Pada portofolio kredit konsumer, kredit beragun properti tumbuh 11,2% menjadi Rp90,7 triliun secara yoy. Untuk kredit kendaraan bermotor turun 1,5% menjadi Rp48,2 triliun (yoy). Ini dipengaruhi oleh penurunan pembiayaan kendaraan roda dua.

“Sementara itu, saldo outstanding kartu kredit tumbuh 6,0% menjadi Rp13,1 triliun pada Juni 2019 (yoy). Dan di periode yang sama, pembiayaan syariah juga meningkat 4,3% menjadi Rp4,9 triIiun (yoy),” ungkap dia.

Meski laju kredit kencang, dia menabahkan, pertumbuhan kredit tetap dicapai dengan tetap menjaga rasio kredit bermasalah (NPL) yang berada pada level 1,4% pada akhir Juni 2019 itu.

“NPL berada pada tingkat toleransi risiko yang masih dapat diterima. Rasio cadangan terhadap kredit bermasalah (loan loss coverage) tercatat memadai, yakni sebesar 183,7%,” bebernya.

Di samping itu, BCA juga mempertahankan posisi likuiditas dan permodalan yang sehat dengan rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR) sebesar 79,0% dan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 23,6% per 30 Juni 2019.

“Dengan begitu, BCA tetap mempertahankan kinerja yang solid pada semester I 2019 ditopang oleh pertumbuhan yang positif pada berbagai segmen kredit itu,” katanya.

Dari sisi kinerja keuangan, di periode tersebut BCA juga mengukir pertumbuhan laba bersih sebesar 12,6% menjadi Rp12,9 triliun dibandingkan dengan Rp11,4 triliun pada tahun sebelumnya.

Pendapatan operasional bank tersebut, kata dia, terdiri dari pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya, meningkat 16,1% menjadi Rp34,2 triliun pada semester pertama 2019 dibandingkan Rp29,5 triliun pada tahun sebelumnya.

“Dengan pendapatan bunga bersih meningkat 13,1% menjadi Rp24,6 triliun (yoy) sementara pendapatan operasional lainnya tumbuh 24,5% menjadi Rp9,6 triliun pada semester pertama 2019 itu,” pungkas Rudy.

Penulis: Tomy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here