
Jakarta,businessnews.id — Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa hasil Pemilihan Presiden 2014, nampaknya disambut baik investor pasar modal. Hal itu terlihat dari naiknya IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) di perdagangan kemarin, yang ditutup di level 5.206,14 atau naik 15,97 poin
Menurut Analis Asia Financial Network Agus Susanto (Jakarta, 21/8/2014), IHSG akhirnya berhasil ditutup dalam teritori positif setelah seharian berada dalam tekanan akibat kekhawatiran kerusuhan di sebagian tempat di Jakarta saat MK membacakan keputusan itu.
Kemarin sore saat penutupan, IHSG menguat dengan didukung oleh saham-saham sektor keuangan, aneka industr,i dan industri dasar. Dalam transaksi hari ini, sebanyak 5,33 miliar lot saham ditransaksikan dengan nilai mencapai Rp 5,05 triliun, dengan investor asing membukukan pembelian bersih sebesar Rp 409,7 miliar.
Saham-saham yang menjadi pendorong pergerakan IHSG secara rata-rata tertimbang diantaranya saham Bank BRI (BBRI) menguat 1,59% ditutup pada level Rp 11.200; saham Astra Internasional (ASII) menguat 0,65% ditutup pada level Rp 7.775; saham Bank BNI (BBNI) yang naik 1,89% pada harga Rp 5.400; saham Vale Indonesia (INCO) yang naik 4,42% pada harga Rp 4.130; dan Matahari Departement Store (LPPF) menguat 3,34% ditutup pada level Rp 17.000.
Sementara itu, analis Indosurya Securitas, William Suryawijaya, menyatakan bahwa capital inflow masih terus membanjiri pasar modal, dibarengi oleh pergerakan IHSG yang masih kuat dalam memertahankan pola uptrend-nya.
Dalam pergerakannya, kemarin IHSG juga telah berhasil menembus level tertinggi sepanjang tahun 2014, serta ditunjang oleh kondisi politis yang cukup kondusif.
Itu menggambarkan bahwa IHSG semakin memerkokoh pola uptrend-nya.
Dengan demikian, IHSG telah berhasil membentuk titik resistance baru pada level 5244, sebagai target resistance yang perlu dicapai untuk bisa memperkuat pola uptrend jangka pendeknya.
“Support saat ini berada pada 5150, terjaga cukup kuat,” kata dia. (Abdul Aziz)
Editor: Achmad Adhito