TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Insinyur Indonesia Menuju Dunia

Nurdian Akhmad
27 August 2019 | 16:18
rubrik: Business Info
Insinyur Indonesia Menuju Dunia

Press Conference Pameran Electric and Power Indonesia ke-19 yang berlangsung di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta, Selasa (27/8/2019). Rencananya Pameran Electric and Power lndonesia ke-19 akan diselenggarakan pada 11-14 September 2019 di JlExpo Kemayoran Jakarta, bersamaan dengan pembukaan Conference of Asean Federation Engineering Organization atau CAFEO yang diadakan oleh PPII. Dr. Ir. Heru Dewanto, IPU, Presiden Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan Ketua Umum The Asean Federation of Engineering Organization (AFEO) menyebut konferensi ini lebih dari sekadar acara pertemuan tahunan, tapi juga suatu kehormatan bagi PII untuk menjadi tuan rumah CAFEO tahun ini. Acara ini juga merupakan perayaan keberhasilan PII dalam mengembangkan infrastruktur. (Foto: Rendy MR)

Jakarta, TopBusiness – Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan Ketua Umum the Asean Federation of Engineering Indonesia (AFEO), Heru Dewanto meyakini bahwa insinyur Indonesia akan siap bersaing di dunia dan bisa bersaing di pasar global.

Hal itu ditegaskan Heru dalam paparannya kepada pers di Jakarta, Selasa (27/8/2019) dalam rangka penyelenggaraan Konferensi Asean Federation Engineering Organizational (CAFEO) ke-37.

“Kegiatan bergengsi dengan padat temuan serta pembahasan inovasi teknologi pada beberapa bidang kompetensi keilmuan ini akan digelar di Jiexpo Kemayoran pada 11-14 September mendatang,hingga saat ini akan hadir 39 negara dengan penguasaan dan penghasil  teknologi terkini,” ujar Heru kepada TopBusiness di Jakarta, Selasa.

Heru menegaskan peran PII dan pemerintah sangat diperlukan agar para insinyur di Tanah Air dapat bersaing di pasar internasional. Anggota PII yang saat ini berjumlah 30 ribu ini sangat diwajibkan memiliki sertifikasi insinyur.

“Jika insinyur tidak memiliki sertifikasi dari PII maka secara otomatis insinyur tersebut tidak bisa melakukan profesi keinsinyuran. Jika terbukti menyalahi aturan bisa dilaporkan kepada pihak terkait sebagai insinyur bodong,” ujar mantan direktur utama Cirebon Power.

“Sertifikasi insinyur dari PII ini sudah diakui pula di kawasan negara Asean (MEA) sampai Asia Pasific.dan juga pula 23 program studi keteknikan di dua kawasan tersebut telah pula mengakui statusnya,” ucap heru, peneliti utama lulusan Inggris ini.

Heru sangat yakin bahwa insinyur Indonesia bisa menguasai dunia. Hal tersebut sudah terbukti bahwa tenaga ahli bidang perminyakan sudah banyak bekerja di luar negeri di perusahan global seperti Chevron, Texxaco, Exxon dan perusahan lainnya.

“Tentunya dengan sertifikasi ini akan meningkatkan kualitas para insinyur ibdinesia, UU ke insinyur dan PP nomer 25 tahun 2019 mewajibkan untuk sertifikasi profesi yang dikeluarkan PII,” ujar pengemar kopi ini.

BACA JUGA:   Soal Pailit BCK, IIF Bakal Pilih Debitur Potensial

 

Penulis: Albarsyah

Tags: pii
Previous Post

First Media Gelar eSport Berhadiah Rp 1,3 M

Next Post

Pemadaman Listrik Massal Harus Jadi Pembelajaran PLN

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR