Jakarta, TopBusiness – Pendiri dan Ketua Prakarsa Jaringan Cerdas (PJCI) Eddie Widiono menyatakan, PLN dan pemerintah harus berkaca serta menjadi pembelajaran berharga dengan kejadian pemadaman listrik yang terjadi pada 4 Agustus 2019 lalu.
“Pemadaman listrik seluruh pulau Jawa ini sangat membuat kacau industri serta sektor bisnis dan masyarakat sebagai pengguna listrik dari PLN ini,” tegas Eddi dalam paparannya konferensi pers CAFEO Indonesia 37 di Jakarta, Selasa (27 /8/2019).
Eddi menegaskan, PLN harus mengkaji ulang kehandalan secara totalitas dan komperensif, terintegrasi dari hulu hingga hilir dari mulai pembangkit, jaringan, transmisi apabila terjadi gangguan dalam keadaan darurat hingga sampai kepada gangguan akibat bencana.
“Kehandalan tersebut berapa lama harus bisa menyala kembali. PLN juga harus menginventarisasi dan menghitung ulang seluruh aset aset yang dimiliki agar bisa dilakukan upgrading dengan teknologi terkini,” ujar Eddi.
Menurut Eddi, PLN sudah harus mengikuti perkembangan teknologi yang kini memasuki era industri 4.0. “Keunggulan teknologi 4.0 pada jaringan cerdas ini akan bisa menekan biaya iperasional sebesar 30%, tapi tak semudah itu saja, PLN harus memiliki data center yang valid, seluruh Indonesia dari pembangkit, jaringan, transmisi,” kata mantan direktur utama PLN ini.
“Dengan smart grid ini akan menjadi peluang bisnis bagi pelaku usaha.diperkirakan investasi menjadi smart grid ini dibutuhkan sebesar USD 80 milyar,” ucap Eddi
Penulis: Albarsyah
