Home Ekonomi BUMN PT Djakarta Lloyd Siap Melantai di Bursa pada 2022

PT Djakarta Lloyd Siap Melantai di Bursa pada 2022

Jakarta, TopBusiness – PT Djakarta Lloyd (Persero) berencana melakukan penawaran perdana saham ke publik (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2022.

Direktur Utama PT Djakarta Llyod (DL), Suyoto, dalam bincang media di Gedung Sinergi 8 Kementerian BUMN, Kamis (29/8/2019)menjelaskan bahwa pihaknya sudah menyampaikan rencana IPO tersebut ke Kementerian BUMN.

“Dalam dua hingga tiga tahun ke depan Insyaallah kita bisa ajukan ke RUPS untuk mendapat persetujuan IPO sambil kita pelan-pelan memperbaiki kondisi keuangan kita,” kata Suyoto.

Menurut Suyoto, aksi korporasi ini  sudah disisipkan dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaaan (RJPP). RJPP itu pun sudah diajukan ke Kementerian BUMN.

Dia menambahkan, pihaknya melepas saham ke publik maksimum 30 persen. Dana hasil IPO ini akan digunakan untuk modal kerja, terutama menambah kapal baru.

Mengenai kinerja keuangan perseroan,
Suyoto mengakui saat ini masih menunggak utang hingga ratusan miliar kepada para kreditur.

“Sekarang kita berupaya memperbaiki laporan keuangan kita karena beban masa lalu. Kita masih ada pembayaran dan PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang), kita juga masih banyak akumulasi kerugian,” tuturnya.

Total PKPU Djakarta Lloyd hampir Rp400 miliar. Dalam kesepakatan PKPU sebelumnya, perusahaan diwajibkan untuk membayar utang selama 13 tahun. Tahun ini merupakan tahun pertama Djakarta Lloyd mengangsur pembayaran PKPU.

“Tahun ini bayar tahun pertama, sudah dua kali dibayar karena pembayarannya per triwulan. Itu sudah kita cover, dananya kita cadangkan setiap tahun,” jelas dia.

Optimistis Meraih Laba Rp 71 M

Tahun 2019 ini, PT Djakarta Lloyd optimistis bisa meraup laba bersih (bottom line) sesuai target laba bersih sebesar Rp71 miliar. Sepanjang 2018, BUMN di bidang pelayanan angkutan laut khusus kargo kontainer dan curah ini meraup laba bersih Rp61 miliar.

Suyoto mengakui, target laba bersih itu tak jauh berbeda dari kinerja laba bersihdi tahun lalu. Itu terjadi karena layanan bisnis DL adalah angkutan kapal bulker (bulk carrier) atau kapal kargo curah yang saat ini kondisinya sedang over supply.

“Memang tahun ini ada sedikit persaingan yang cukup ketat. Kita main di bulk carrier (kapal curah), bulk carrier ini masih sedikit over supply,” ujar Suyoto

Dia menambahkan, hingga akhir semester I-2019, DL sudah meraup laba bersih 45 persen dari target atau sekitar Rp32 miliar. Meski raihan laba bersih masih terseok-seok, namun perusahaan mampu mencatat gemilang pada raihan pendapatan (top line).

Pada periode sama, kata dia, total pendapatan DL sudah lebih dari Rp300 miliar dari target sekitar Rp640 miliar di tahun ini. “Top line kita sudah sesuai dengan target. Tahun kemaren (full year 2018) itu kita dapat Rp574 miliar,” ujarnya.

Penulis: Nurdian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here