
Bandung, businessnews.id — Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Tirta Segara menyatakan bahwa jumlah uang pecahan kecil (di bawah Rp 20.000) atau uang receh, cukup untuk memenuhi kebutuhan transaksi segmen ritel.
“Sebenarnya ada kok uang tersebut,” kata dia di Bandung hari ini, saat ditanyai adanya anggapan bahwa penyebab terjadinya pengembalian transaksi ritel dengan permen, adalah kurang tersedianya uang itu.
Ia menambahkan, selama ini BI merasa cukup menyediakan uang pecahan kecil.
“Justru sebaiknya, lihatlah persedian uang kecil pada kasir pedagang ritel. Mereka punya, hanya saja menawarkan mau disumbangkan atau diganti permen,” terang dia.
Selama ini, BI setiap mencetak uang baik pecahan kecil maupun pecahan besar, berdasarkan kebutuhan transaksi masyarakat. Dan untuk distribusi memenuhi kebutuhan tersebut, telah mengadakan kas keliling.
“Kalau di Jakarta, ada lima mobil jalan setiap pagi ke pasar dan supermarket,” dia berkata. (Abdul Aziz)
Editor: Achmad Adhito