Jakarta, TopBusiness—Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih akan berada di zona hijau. Hal ini karena sentimen dari pasar global lumayan positif, salah satunya terkait perang dagang (trade war) antara AS dan China.
Mengutip Bloomberg pagi ini, mata uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) itu dibuka menghijau di posisi Rp14.140 atau menguat 15 poin dari penutupan kemarin di level Rp14.155 di perdagangan kemarin. Bahkan di satu jam pertama masih bergerak di rentang itu yakni ke posisi Rp14.144.
Kondisi nilai tukar rupiah yang terapresiasi itu, disebut analis pasar uang PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Reny Eka Putri, karena dipicu oleh tensi perang dagang yang mereda tersebut. Situasi itu membuat pelaku pasar banyak melepas aset Dolar AS.
“Seperti kita ketahui kedua negara sepakat melanjutkan dialog dagang di Washington pada awal Oktober nanti. Sehingga pelaku pasar melepas USD dan beralih ke aset emerging market, seperti Rupiah,” terang dia di Jakarta, Jumat (6/9/2019).
Selanjutnya, kata dia, pergerakan mata uang Garuda itu akan dipengaruhi oleh data ketenagakerjaan AS yang akan rilis akhir pekan ini. “Tetap waspadai segala sentimen yang ada yang bisa memengaruhi laju Rupiah,” katanya.
Dengan kondisi pasar uang yang demikian, Reny memprediksi Rupiah bisa kembali menguat pada perdagangan akhir pekan ini. Namun masih dalam koridor yang terbatas. “Kemungkinan pola gerak Rupiah di perdagangan hari ini akan ada di rentang Rp14.130 – Rp 14.200 per USD,” tandasnya.
Laju Rupiah memang dalam beberapa hari ini tertolongnya oleh sentimennya globalnya yang positif. Salahnya satunya terkait meredanya perang dagang itu. Pada perdagangan kemarin, kurs spot Rupiah menguat 0,04% menjadi Rp 14.155 per USD. Serupa dengan itu, kurs tengah Rupiah Bank Indonesia (BI) juga melambung apik sebesar 0,46% menjadi Rp 14.153 per USD.
Penulis: Tomy
